WNI Penyedia Tempat Kejahatan Siber Tengah Diburu Polisi
Ilustrasi hacker @ Business Insider

MALANGTODAY.NET – Laman resmi milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Jawa Barat www.sukabumikab.go.id diretas oleh hacker yang meminta sejumlah uang imbalan jika ingin situs ini kembali normal.

“Situs ini sudah aneh tampilan sejak Senin(24/7) dan tidak bisa dibuka sejak Selasa(25/7),” kata Seketaris Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sukabumi, Yudi Pancha Yoga seperti dilansir dari Antara, Rabu (26/07).

Sang hacker yang meretas situs resmi Pemkab Sukabumi ini pun meninggalkan pesan yakni Hi adm00n – i am comeback to your system. Contact me if you can be safe the system! – kodolande@gmail.com – Pay me and i can teach you close and fix the bug. Thank you adm00n. Pawned by: ./MR.T00ha – Thank you for: ./4chan ./hmei7 ./vezka ./Albert ./Snowden ./mr.R0b0t ./fsociety.

Menurutnya, pihaknya saat ini masih mencoba untuk memperbaiki dan mengembalikan lagi agar bisa berfungsi serta digunakan untuk kepentingan sosialisasi kegiatan dan kebijakan pemerintah setempat.

Namun, pihaknya tidak akan mengabulkan permintaan dari hacker yang meminta tebusan uang jika ingin menormalkan kembali website tersebut. Lanjut dia, beruntung tidak ada data yang hilang di situs tersebut tapi hingga kini belum kembali berfungsi.

Diakuinya, keterbatasan tenaga ahli untuk menjaga dan mengamankan situs resmi milik Pemkab Sukabumi menjadi salah satu kendala, seperti jika diretas seperti ini.

“Kami memang memiliki beberapa sarjana komputer dan informasi teknologi, tapi jumlahnya masih kurang. Diharapkan situs ini bisa kembali sediakala secepatnya,” tambahnya.

Yudi mengatakan situs resmi tersebut memang kerap diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab, tapi tidak mengetahui tujuan utamanya. Tapi dilihat dari cara hacker meretas situs www.sukabumikab.go.id masih bisa dikatakan pemula.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.