Polisi Tetapkan Dua Oknum Anggota FPI Ini Jadi Pelaku Persekusi
ilustrasi @istimewa

Jurnalis NetTV di Madiun, Jawa Timur, Sony Misdanto, menjadi korban kekerasan oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat meliput kericuhan antara sejumlah anggota TNI AD dengan peserta konvoi Sura Agung di depan Markas TNI AD di Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (02/10).

Selain memukuli, oknum TNI AD ini juga merusak kamera hingga memori yang ada di kamera milik jurnalis tersebut.

Sony Misdananto dipukuli saat melakukan peliputan konvoi pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dalam kegiatan perayaan 1 Suro (1 Muharam) di wilayah setempat.

“Kamera saya diminta dan memori kartu saya dirusak. Padahal saya sudah menjelaskan bahwa saya wartawan yang sedang meliput,” ujar Sony

Peristiwa itu bermula saat ia mengambil gambar konvoi pesilat PSHT di simpang lima Te’an yang pulang dari kegiatan ziarah makam pendiri perguruan pencak silat di Kota Madiun dalam rangka perayaan 1 Suro atau Tahun Baru Islam 1438 Hijiriah.

Di lokasi tersebut, konvoi pesilat dari arah Kota Madiun menuju Ponorogo menabrak seorang ibu yang sedang berhenti di lampu merah. Melihat kejadian tersebut,  oknum anggota TNI AD yang melakukan pengamanan di lokasi setempat langsung menghentikan pesilat yang menabrak warga tersebut dan memukulinya.

Sony yang kebetulan berada di lokasi langsung mengambil gambar. Ketika serius melakukan liputan, tiba tiba ada anggota TNI lain yang medekatinya dan merangkul dari belakang.

Setelah ditanya, seperti dilansir kabar24, kontributor NetTV itu dibawa anggota Kostrad menuju ke pos. Saat di pos pengamanan Suro Agung, kamera diminta dan memory dilepas kemudian dirusak.

“Di pos itu saya diinterogasi. Ditanyai dari mana bahkan KTP saya juga difoto. Selain itu saya juga diancam agar gambar yang tadi saya abadikan tidak ditayangkan di televisi. Mereka juga meminta kamera saya dan mengambil kartu memori saya yang kemudian dipatahkan,” kata dia.

Saat sedang dinterogasi itu, tiba-tiba ada pukulan besi yang diarahkan ke kepala Sony yang masih menggunakan helm. Setelah itu, ada satu pukulan lagi yang kali ini mengenai pipi korban sebelah kiri bawah hingga lebam dan pantatnya ditendang.

“Saya dikeroyok. Kalau tidak salah ada 10 hingga 12 anggota TNI yang mengelilingi saya. Seingat saya, dua atau tiga di antaranya yang memukul saya. Bahkan saya juga ditendang dari belakang,” katanya.

Setelah itu, Sony langsung dimasukkan ke dalam mobil PM dan dibawa ke kantor Detasemen Polisi Militer (Denpom) Madiun untuk diperiksa. (kbr/ind)

 

 

 

 

 

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda