KOTA MALANG – Kemacetan di Kota Malang menjadi permasalah seiring bertambahnya mahasiswa di Kota Malang. Menanggulangi permasalahan ini, rencananya Pemkot Malang bakal membangun Lintas Rel Terpadu (LRT).

“Awalnya rapat dengan gubernur membahas alat transportasi Moda Raya Terpadu (MRT). Tapi kan pembiayaan MRT mahal, jadi kita lebih pilih LRT,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.

Sistem transportasi itu menurutnya akan berupa kapsul yang menghubungkan daerah Malang Raya. Begitupula menghubungkan antar kampus kata Sutiaji. Bentuknya adalah kapsul berjumlah 6 kapsul yang bisa menampung hingga 60 orang

“Untuk pembiayaannya separuh dari MRT, kalau MRT kan Rp 450 miliar, jadi kalau LRT separuhnya Rp 200 miliar perkilometer. Sudah kita masukkan anggaran tahun 2020,” tambah Sutiaji.

Proyek miliaran ini akan dikerjakan oleh investor dalam negeri, yakni orang Malang sendiri. Proporsional saham transportasi ini nantinya 60 persen saham investor dan 40 persen milik masyarakat.

“Rencananya 40 persen milik warga ya. Kalau ada yang mau beli nanti,” imbuhnya.

Untuk merealisasikannya saat ini Sutiaji telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk pembiayaan. Serta akan berkoordinasi dengan kepala daerah Malang Raya lain untuk menentukan kebijakannya.

“Kita kan nggak bisa ya langsung. Nanti pasti kami akan koordinasikan. Yang jelas ini manti tidak akan menggangu transportasi massal yang konvensional,” tutupnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.