MALANG KOTA – Insiden atraksi sulap Rachmad Budiri atau Budi Ayuga yang berujung petaka mengundang keprihatinan banyak pihak.

Kemarin (29/7) Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyempatkan menjenguk pendiri Budi Ayuga Dancer tersebut di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Meski kondisi korban cukup stabil, namun dokter masih harus melakukan operasi lanjutan.

Sebelum dirujuk ke RSSA, Budi sempat dirawat di Rumah Sakit Lavalette sejak Sabtu (27/7) lalu. Kemudian, setelah menjalani operasi pada Minggu (28/7), dia dirujuk ke RSSA Malang untuk menjalani operasi selanjutnya kemarin (29/7).

Windia, istri Budi, menyatakan, suaminya harus dirujuk ke RSSA Malang karena harus ada penanganan lebih lanjut. Lantaran, luka yang dialami korban cukup parah.

Tenggorokannya mengalami luka karena diduga menelan api. ”Dari hasil operasi ada temuan luka di tenggorakan. Dan dokternya menyarankan untuk dirujuk ke sini (RSSA Malang, Red),” ungkapnya saat ditemui di RSSA kemarin.

Mengenakan pakaian serbahitam, Windia tak bisa menutupi kesedihannya melihat sang suami terbaring dengan perban dan selang di mulutnya. Satu-satunya yang diharapkannya yaitu kesembuhan suaminya. ”Minta doanya saja. Semoga cepat sembuh,” singkatnya.

Kejadian atraksi sulap yang dilakukan Budi dan berujung celaka itu juga mendapat perhatian Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko.

”Bapak Budi ini memang tokoh seni di Kota Malang. Dia selalu mengembangkan seni. Khususnya tari,” terangnya setelah menjenguk Budi di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSSA Malang.

Dia menyatakan, kejadian atraksi sulap yang berujung celaka tersebut memang sudah di luar dugaan. Sehingga, menurut dia, memang murni kecelakaan.

Dan saat ini pihaknya juga sudah mengoordinasikannya dengan pemerintah setempat. ”Tentu pemerintah akan membantu. Kita juga sudah koordinasikan dengan Pak Camat,” ungkapnya.

Sofyan menyatakan, pihaknya berupaya memastikan seluruh biaya pengobatan terhadap Budi akan di-cover BPJS.  ”Apa yang dibantu oleh Pemkot Malang terkait BPJS itu ya kami bantu.

Begitu sebaliknya, apa yang bisa dibantu oleh Pemprov Jatim ya dibantu. Karena dalam BPJS itu ada ranahnya sendiri-sendiri,” jelasnya. Apalagi selama ini, sambung Sofyan, Budi juga memiliki jasa yang besar kepada Kota Malang, terutama di bidang seni.

Sementara itu, penjelasan tentang insiden atraksi sulap yang dialami Budi di ajang Festival Rampal Celaket Sabtu malam (27/7) dibeber Ahmad Winarto, salah seorang panitia. Dia menyatakan, dalam atraksi sulap tersebut, awalnya Budi berperan sebagai penjahat yang sedang ditangkap.

Setelah ditangkap dan diikat, dia lantas akan dimasukkan ke dalam tong berisi air yang kemudian dibakar. ”Jadi, seperti itu dalam praktik sulap yang rencananya akan dilakukan,” jelasnya. Namun, saat tubuh korban belum masuk tong, tubuhnya sudah terbakar lebih dahulu.

Tentang penyebab kebakaran karena penggunaan bahan bakar minyak (BBM) Pertamax yang terlalu banyak atau ada faktor lain, Winarto enggan berspekulasi.

”Terlalu banyak atau bagaimana kita juga tidak tahu. Tapi, ya ini murni kecelakaan kerja. Begitu saja,” kata dia.

Pewarta : M.Badar Risqullah
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.