Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan penyidik Polda Jawa Timur akhirnya melakukan penggeledahan di kediaman korban penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, almarhum Najmiah. Selasa (04/10).

Dalam penggeledahan di rumah peninggalan almarhumah Najmiah itu, polisi menemukan empat peti berisi emas batangan palsu berlogo palu arit, uang asing yang diduga palsu, berlian palsu, keris palsu, serta kertas putih polos berukuran besaran mata uang terdapat beberapa ikat (blok).

“Seluruhnya palsu. Memang ada ratusan emas batangan, keris, sejumlah permata dan uang tunai. Tapi semuanya palsu,” kata Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Anton Charliyan.

Dilansir viva, menurut perwakilan keluarga almarhum Najmiah, Muhammad Ali, ada sembilan peti milik Dimas Kanjeng. Namun lima di antaranya telah dikembalikan ke Probolinggo.

Seperti diketahui, Najmiah merupakan salah satu korban dari tindak penipuan Taat. Pengakuan keluarga Najmiah telah menyetor uang hingga Rp200 miliar untuk Taat Pribadi di padepokannya.

Dengan harapan, uang itu akan berlipat ganda sesuai dengan iming-iming Taat Pribadi. Dari uang Rp200 miliar itu, Najmiah dititipkan sejumlah barang yang disebut berisi uang, emas batangan dan permata. (viv/ind)

 

 

 

 

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda