PROBOLINGGO – Seluruh musisi Jazz Gunung sejak kemarin tampil dengan jaket tebal dan baju berlapis saking dinginnya suhu Gunung Bromo. Namun hal itu tak berlaku bagi musisi jazz lulusan Moscow Coservatory, Nita Aartsen. Mengenakan kaus tanpa lengan berwarna hitam tipis, ia tampil dengan nuansa musik jazz bercampur musik khas salsa Brazil di Amfiteater, Jiwa Jawa Resort.

Hanya ditemani seorang gitaris, ia tampil dengan rambut panjang terurai. Suaranya sangat lembut meski di tengah-tengah sedikit menaikkan nadanya dengan keras. Tak heran jika penonton bertepuk tangan. “Layang… Layang.. Lets speak together .. wonderful,” nyanyinya.

Di tengah performnya dia mengajak teman prianya yang bernama Pablo dari Kuba masuk ke arena musik. Pablo tampak memegang alat mirip kendang. Tak sendiri ia ditemani pria berkulit hitam berambut ikal dan satu lagi pria berkulit putih yang menepuk perkusi.

Pablo tak hanya memainkan musik, tapi juga menyanyi bahkan menari.

Disela-sela menyanyi pun Pablo tampak menari-nari dengan asyik dengan iringan musik salsa. Ke kanan dan ke kiri sambil mengayunkan tangannya. Sesekali berputar kemudian mengajak penonton menepukkan tangannya ke atas. Cita rasa musik jazz pun menjadi lain daripada yang lain.
Para penonton pun tak mau ketinggalan, mereka ikut bergoyang mengikuti irama musik Nita Aartsen and Friends di Jazz Gunung Bromo 2019.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Shuvia Rahma
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.