Kisruh GMBI-FPI Berujung Pada Petisi Copot Kapolda
Petisi (change.org)

MALANGTODAY.NET – Sebuah petisi menuntut agar Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charlian ramai dibicarakan masyarakat. Petisi yang diunggah akun atas nama ‘Rakyat Bergerak’ berjudul ‘Copot Kapolda Jabar’ itu ditujukan langsung kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, DPR RI dan juga Presiden Joko Widodo.

Penulis petisi, menyayangkan penyerangan yang dilakukan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) terhadap Front Pembela Islam (FPI) pada saat pemeriksaan Habieb Rizieq di Mapolda Jawa Barat. Atas insiden penyerangan itu diketahui satu mobil rusak berat dan beberapa orang luka-luka.

Akun Rakyat Bergerak dalam petisi itu juga menjelaskan jika Kapolda Jawa Barat merupakan ketua harian LSM GMBI. Berikut Petisi yang diungah di laman Change sekitar lima jam yang lalu dan sudah ditandatangani sekitar 2000 lebih pendukung itu:

“Alhamdulillah, pemeriksaan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab telah selesai Polda Jawa Barat.

Habib Rizieq pun keluar dari Polda Jabar diiringi ribuan kaum Muslimin yang telah menunggu dan menyambutnya sejak awal.

Namun, pemeriksaan Habib Rizieq di Polda Jabar yang berjalan dengan lancar itu dikotori dengan aksi anarkis yang diduga dipicu oleh para preman yang kontra dengan Umat Islam.

Massa penyerang laskar FPI tersebut menggunakan pakaian yang bertuliskan GMBI. Usut punya usut, ternyata GMBI ini  merupakan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang ketua dewan pembina hariannya adalah Irjen Pol Anton Charlian yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat. 

Kami menyayangkan terjadi penyerangan oleh LSM yang diketuai Kapolda Jabar tersebut kepada Laskar FPI. Di media sosialpun mencuat bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Kapolda Jawa Barat adalah Ketua Dewan Pembina Harian LSM GMBI. 

Pantauan kami, ada salah satu anggota GMBI yang menyatakan bahwa sebelum tiba di Polda Jabar, masa anggota GMBI Indramayu dilepas keberangkatannya oleh Kapolsek Jatibarang. Cek akun facebook : Dejoey Alesandro 

Menurut kami ini tidak wajar. Jelas ini ada aroma untuk membenturkan rakyat dengan rakyat. Kami ingin agar Ketua Dewan Pembina Harian LSM GMBI yang juga merupakan Kapolda Jabar untuk bertanggung jawab atas perilaku anarkis yang dilakukan LSM nya.”

Berikan tanggapan Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here