Driver ojek online dan konsumen (Lingkar Konsumen)
Driver ojek online dan konsumen (Lingkar Konsumen)

MALANGTODAY.NET – Kenaikan tarif transportasi ojek online memunculkan problem di masyarakat. Pasalnya hal ini dinilai akan banyak menambah masalah baru. Termasuk salah satunya adalah resiko kehilangan konsumen.

Diungkapkan oleh mantan ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Zumrotin Susilo, tarif yang diberlakukan harus disesuaikan dengan kemampuan konsumen.

Baca Juga  Akuisisi Japan Tobacco Terhadap Gudang Garam Ancaman Bagi Buruh?

Menurut satu survei yang digunakan Zumrotin sebagai acuan, ada 48,13 persen responden yang mau jika dibebani biaya tambahan sebesar Rp 5 ribu per hari. Sedangkan, 22,99 persen lainnya mengaku keberatan untuk mengeluarkan biaya tambahan.

Zumrotin menambahkan, dalam hal ini pemerintah terlihat hanya menilai dari sisi driver dan kurang dilihat dari sisi konsumen.

“Ini sebetulnya pada saat ada wacana pemerintah menaikkan tarif ini, kekecewaan saya adalah pemerintah tidak melihat  kemampuan konsumen, hanya dari driver,”  ujar Zumrotin dilansir dari CNN Indonesia (12/2/2019).

Sementara itu, bagi Zumrotin, kesejahteraan driver adalah tanggung jawab dari aplikator. Selain aplikator, menurutnya Kementerian Perhubungan dan Kementerian Tenaga Kerja juga memiliki peran untuk mengaturnya.

Baca Juga  Tak Ada yang Sempurna, Ini 4 Kelemahan E-Tilang yang Jarang Diketahui

“Untuk kesejahteraan aplikator, tarif idealnya lebih baik win-win solution, biar konsumen tidak terlalu diberatkan, mitra tidak terlalu diperas. menurut saya kalau ideal kalau kenaikan tarif 20 persen,” ungkapnya.

Disisi lain, menyangkut tahun ini adalah tahun politik, kenaikan tarif ini juga memiliki dampak terhadap cara pandang konsumen terhadap masing-masing calon presiden. Hal ini dinilai menjadi sesuatu yang buruk untuk dunia politik saat ini. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.