MALANGTODAY.NET- Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) mengungkapakna tidak memiliki, menguasi, dan mengetahui keberadaan dokumen Laporan Akhir Tim Investigasi (TPF) kasus meninggalnya aktivis Munir.

Hal itu ditegaskan oleh Asisten Deputi Hubungan Masyarakat Kemsetneg, Masrokhan dalam siaran pers pada Selasa (11/10).

“Perlu kami sampaikan, bahwa Kemensetneg tidak memiliki, menguasai, dan mengetahui keberadaan dokumen laporan akhir Tim Pencari Fakta kasus meninggalnya Munir,” ujar Masrokhan.

“Hal ini sesuai dengan bukti dan fakta persidangan yang disebutkan dalam pertimbangan Majelis Komisioner KIP bahwa Kemensetneg tidak menguasai dokumen tersebut,” tuturnya.

Kemensetneg dalam siaran pers yang dipublikasikan dalam website www.setneg.go.id menyatakan hal tersebut tidak benar.

“Jadi Kemensetneg tidak mungkin mengumumkan Laporan TPF yang tidak dikuasainya,” tambahnya.

Sebelumnya, KIP memenangkan gugatan Kontras yang meminta agar dokumen TPF kasus pembunuhan Munir dibuka ke publik. KIP memerintahkan, dalam hal ini kepada Kemensetneg untuk mempublikasikan dokumen itu. Namun,  Kemensetneg bersikukuh tidak memiliki data yang diminta itu.

Dilansir dari okezone, putusan sengketa informasi itu beregister 025/IV/KIP-PS/2016 antara Pemohon KontraS dengan Termohon Kemensesneg.

Sidang putusan itu dipimpin Evy Trisulo beranggotakan Yhannu Setyawan dan Dyah Aryani dengan mediator John Fresly bersama Panitera Pengganti Afrial Sibarani. MK KIP menyatakan hasil penyelidikan TPF kasus kematian Munir adalah informasi wajib diumumkan untuk publik. (okz/ind)

Berikan tanggapan Anda