Kekayaan RI Hanya Dinikmati 1 Persen Penduduk, Sri Mulyani Pilih Bungkam
Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani @ShopBack

MALANGTODAY.NET – Calon Presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto, baru-baru ini menyebutkan bahwa hanya 1 persen orang Indonesia yang bisa menikmati kekayaan Indonesia. Prabowo mengklaim bahwa data tersebut bersumber dari Bank Dunia.

“Tidak mungkin Indonesia kuat, karena yang nikmati kekayaan hanya segelintir orang saja. Kurang dari 1% dan itu bukan Prabowo Subianto yang bicara, itu adalah Bank Dunia dan itu saya tuangkan dalam buku saya, Paradox Indonesia,” terang Prabowo dilansir dari Detik.com, Sabtu (17/11/2018).

Baca Juga: Desas-Desus Menyuap Mahasiswa Agar Tak Kritis, Ini Jawaban BIN

Mengenai tudingan Prabowo tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memilih untuk tidak banyak berkomentar. Ia hanya menjelaskan bahwa kesenjangan ekonomi masyarakat diukur menggunakan Koefisien Gini. Metode ini yang kemudian jadi salah satu indikator untuk mengukur kesenjangan dan dipakai secara global.

“Kalau itu aku nggak komentar aja lah. Pokoknya gini aja ya, pemerintah bicara mengenai banyak sekali tentang masalah kesenjangan yang secara metodologi diukur melalui Gini Koefisien, itu dipakai oleh seluruh dunia,” terang Sri dilansir dari DetikFinance, Minggu (18/11/2018).

Tak hanya itu, Sri juga membandingkan angka kesenjangan di Indonesia dengan negara-negara lain. Menurut Menkeu, pemerintah tengah berupaya agar angka kesenjangan di Indonesia tidak mencapai 0,41. Sebagai perbandingan, negara Amerika Latin saja mencapai 0,5 persen.

Baca Juga: Muwasiq M Noor: Investor Asing Selalu Keluhkan Perizinan dan Pungli

“Sehingga dengan demikian kita lihat Gini Koefisien juga sudah mulai menurun, 0,41 sekarang menjadi 0,38,” lanjutnya.

Beberapa langkah yang telah dicanangkan pemerintah untuk memperbaiki kesenjangan ini menurut Sri adalah dengan meningkatkan tingkat kepatuhan perpajakan. “Makanya kita melakukan reformasi perpajakan. Kita bekerjasama secara internasional,” tutupnya.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...