SINGOSARI – Jika California punya Silicon Valley, maka Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari yang ada di Singosari, Kabupaten Malang itu diproyeksikan jadi kawasan kreatif teknologi, layaknya Silicon Valley.

Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama sekaligus founder KEK Singhasari, David Santoso memproyeksikan kawasan itu bakal dijadikan kawasan terintegrasi perkembangan ekonomi kreatif digital.

“Intinya kawasan yang kreatif, digital IT, ya mirip dengan Silicon Valley konsepnya,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Jika Silicon Valley adalah kawasan yang tiba-tiba saja terbentuk menjadi kawasan pusatnya IT di California, maka KEK Singhasari sedikit berbeda. KEK Singhasari ditargetkan jadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sejak awal dibangun.

“Jadi nanti ada Cafe, tempat wisata, tempat makan mungkin, restaurant, dan co-working space,” rinci David. Industri kreatif bakal jadi konsep utama KEK Singhasari. KEK ke-12 di Indonesia ini bakal mengaburkan batasan antara tourism industry dan digital ekonomi.

Seperti diketahui Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyerahkan langsung dokumen peraturan pemerintah (PP) 68 tahun 2019 tentang KEK Singhasari, Rabu, (11/10) lalu. Deregulasi dan pelayanan terkait PP ini bakal jadi lampu hijau bagi investor yang ingin menanamkan modal di KEK.

KEK Singhasari ini sendiri masuk dalam program “10 Bali Baru” yang dicanangkan Kemenpar. Maka dari itu keringanan pajak bagi investor akan jadi nilai plus dalam regulasi di KEK Singhasari.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.