KOTA BATU – Agar rentetan kasus korupsi tak kembali tersaji dari Kota Batu, kini peran Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu terus dimaksimalkan.

Kasi Intel Kejari Kota Batu Deddy Agus MH saat ini ada lima organisasi perangkat daerah (OPD) yang menggelar kerja sama melalui TP4D.

Di antaranya dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR), dinas perumahan kawasan pemukiman dan pertanahan, dinas pertanian, dinas kesehatan (dinkes), serta dinas lingkungan hidup (DLH).

”Salah satu fokusnya yakni mengawasi pembangunan pasar sayur tahap II, yang dijadwalkan tiga bulan selesai,” ujar Deddy. Sejumlah proyek lain juga turut mendapat pengawasan dari Kejari Kota Batu.

Seperti proyek pemeliharaan jalan di tujuh titik, pembangunan RS Beji oleh dinas kesehatan, serta pembangunan jalan produksi di enam titik oleh dinas pertanian.

Dia menjelaskan bila peran TP4D ialah mencegah terjadinya penyimpangan anggaran yang mengakibatkan kerugian negara.

”Fungsi strategisnya demi kesejahteraan masyarakat Kota Batu. Ini merupakan upaya preventif,” tambahnya. Deddy menambahkan bila TP4D hanya memberikan pengawalan dan pengamanan dari bidang yuridis normatif pada tataran hukum.

Bukan secara teknis. Sehingga bila ditemukan adanya penyimpangan, proses hukum tetap akan dilanjutkan. ”Kalau terjadi penyimpangan atau perbuatan melawan hukum, kami akan mengingatkan. Bahkan bisa melakukan pemeriksaan,” imbuh dia.

Di sisi lain, hasil kerja sama itu kini juga turut mengawasi pembangunan pasar sayur tahap II. ”Untuk pembangunan pasar sayur tahap II sudah berlangsung.

Beberapa ada yang masih terkendala review dokumen, tapi tim di lapangan mengerjakan yang sudah memenuhi kualifikasi,” terang Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. Sesuai rencana awal, pengerjaan proyek itu ditarget rampung dalam 180 hari.

Dia menjelaskan, dalam anggaran pengadaan pasar sayur tahap II itu semuanya berasal dari APBD. Nilainya Rp 5,2 miliar. ”Memang pembangunan pasar ini sempat tertunda selama dua kali.

Namun, itu untuk kebaikan bersama. Karena kami tak ingin pemenang tender asal-asalan dalam membangun nantinya,” tegas Punjul. Untuk diketahui, pembangunan pasar sayur tersebut digadang-gadang bisa memuat 136 pedagang.

Sementara itu, Plt Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Batu Onny Ardhianto menjelaskan bila saat ini pembangunan pasar sayur tahap dua memang ada yang sudah tanda tangan kontrak. Dari data yang dia terima sebelumnya, sebanyak 56 paket memang sudah melalui proses lelang.

Dari total itu, ada 35 paket saja yang sudah bisa dilakukan pengerjaan. Sementara dua paket tender diketahui gagal lelang. ”Tidak masuk dalam kualifikasi, sementara yang sudah masuk itu salah satunya pengadaan hidran. Ada juga dokumen pengerjaan yang harus dikembalikan lagi ke pejabat pembuat komitimen (PPK),” pungkasnya.

Pewarta : Miftahul Huda
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.