MALANG KOTA – Stimulus Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang agar wajib pajak (WP) memenuhi kewajibannya terbilang cespleng. Mulai dari program penghapusan denda hingga fasilitas yang memudahkan WP membayar pajak. Hal itu penting agar upaya mencapai target pendapatan Rp 501 miliar bisa terpenuhi di akhir tahun.

Data BP2D Kota Malang per 13 September, jumlah kas daerah yang dibukukan mencapai Rp 317 miliar atau sekitar 64 persen dari target. Artinya, masih kurang 26 persen lagi untuk mencapai target Rp 501 miliar.

Namun, BP2D Kota Malang optimistis target tahun ini tercapai seperti tahun-tahun sebelumnya. ”Ya kami terus berupaya maksmial, insya Allah sebelum akhir tahun sudah tercapai. Syukur bisa melampaui,” terang Kepala BP2D Ade Herawanto.

Intensifikasi dan ekstensifikasi potensi penerimaan pajak, Ade menerangkan, masih terus digali. Sejumlah inovasi dan gebrakan yang sukses dilakukan, juga akan ditingkatkan hingga akhir tahun ini.

”Menindaklanjuti arahan tim dari KPK RI 6 September lalu soal optimalisasi PAD, kami akan intensif melakukan upaya persuasif kepada wajib pajak dalam melakukan penagihan,” tegasnya.

Saat ini, dia menyatakan, sudah ada aplikasi SAMPADe yang sudah ter-upgrade dan terintegrasi dengan sistem online banking. Karena itu, aplikasi tersebut dapat diakses kapan pun dan di mana pun melalui ponsel selama 24 jam. ”Jadi, wajib pajak bisa bayar secara online,” imbuhnya.

Ade kembali mengingatkan, masih ada waktu sebulan bagi WP untuk memanfaatkan program pemutihan pajak. Yaitu pada program Sunset Policy IV. Karena waktunya akan berakhir 17 November mendatang.

”Masih ada waktu sebulan,” terangnya. Dari catatan BP2D Kota Malang, sudah ada 1.529 WP yang memanfaatkan program pemutihan tersebut dengan realisasi pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) Perkotaan mencapai Rp 1.061.893.391.

Pewarta : Fajrus Shidiq
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.