KBRI Desak Kepolisian Namibia Serius Usut Kasus Pencurian Harta WNI  - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri RI memberikan perhatian serius kasus pencurian yang menimpa wisatawan asal Indonesia, Kamis (4/7) pekan lalu, di Hotel Igowati Lodge Khorixas, Namibia.

Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI BHI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha menjelaskan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Namibia telah mengirimkan note verbal ke Kemlu Namibia dengan tembusan kepada Kepala Kepolisian dan Kementerian Pariwisata Namibia. Ini dilakukan agar kasus tersebut dapat segera ditangani dengan serius.

“KBRI juga telah menghubungi pihak hotel dan kepolisian setempat untuk memantau penanganan kasus ini,” kata Judha dalam pernyataan resminya, Sabtu (13/7).

Berdasarkan informasi tour leader, Judha menjelaskan, barang yang hilang berupa dua buah kamera, dua lensa dan enpat HP serta uang tunai dengan nilai keseluruhan sebesar sekitar Rp260 juta, bukan Rp1,9 miliar seperti pemberitaan media. Adapun rombongan tour memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Afrika Selatan.

BACA JUGA: Kasus Ikan Asin, Rey Utami Menyesal dan Ingin Minta Maaf

“Untuk penanganan kasus selanjutnya, termasuk proses persidangan, korban disarankan untuk membuat surat kuasa penanganan kasus kepada KBRI Namibia,” tutur Judha menyarankan.

Terpisah, Tour leader Rama Etaporama menjelaskan, pelaku pencurian membobol dua kamar saat korban tengah tertidur. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta.

“Kejadiannya malam hari, saat itu korban sedang tidur. Dan ketika bangun di pagi hari, korban menyadari jika tas mereka hilang. Setelah dilakukan pencarian, mereka menemukan tasnya di jendela belakang kamar, dengan kondisi isi tas sudah berserakan,” papar Rama.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.