MALANG KOTA – Ratusan SDN dan SMPN Kota Malang siap-siap diinspeksi mendadak (sidak) Wali Kota Malang Sutiaji dan wakilnya Sofyan Edi Jarwoko, pada momen pengenalan lingkungan sekolah (PLS) atau dahulu disebut masa orientasi siswa (MOS).

Hal ini dilakukan orang nomor satu di Kota Malang ini untuk mengawal pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah.

Terutama pelaksanaan pendidikan non- baca, tulis, dan hitung (calistung). Perlu diketahui, jumlah SDN di Kota Malang mencapai 195 lembaga pendidikan dan SMPN ada 27 lembaga pendidikan serta sebelumnya mantan politikus PKB ini juga sudah menghapus calistung di kelas 1 dan 2 SD.

Sedangkan kegiatan PLS tersebut bakal dilakukan pada masuk pertama sekolah, yaitu diperkirakan pada 15 Juli mendatang. ”Nanti akan kami sampling (secara acak) ke sekolahnya. Saya dan Pak Wakil sendiri yang ke lapangan,” kata pria asal Lamongan ini, saat dikonfirmasi, kemarin.

Menurut dia, kegiatan ini dilakukan untuk melihat langsung bagaimana sekolah menyiapkan pendidikan karakter. Karena hal ini dinilai penting untuk menunjang masa depan Kota Malang.

”Saya harus lihat sendiri kesiapan sekolah. Makanya, sekolah yang saya datangi nanti dipilih secara acak,” ungkap mantan wakil wali Kota Malang ini.

Tak hanya itu, masih kata dia, pihaknya juga bakal memanggil kepala dinas terkait terlebih dahulu sebelum sidak tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan sekolah terkini dalam menghadapi ajaran baru. ”Mungkin besok (hari ini), kami akan panggil dinas terkait untuk update informasi persiapan ajaran baru,” tandasnya.

Selain itu, wali Kota Malang yang juga menjadi ustad ini ingin ada waktu khusus berdialog dengan wali murid. Hal ini dilakukan agar antara program sekolah dan di rumah bisa sinergi.

”Pendidikan karakter nggak bisa mengandalkan di sekolah saja, tapi juga harus berkesinambungan di rumah,” terang mantan anggota dewan ini.

Lalu bagaimana dengan PLS di SMAN? Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Kota Malang Tri Suharno menyampaikan, pada dasarnya pelaksanaan PLS diserahkan ke masing-masing sekolah.

Namun, tetap harus mengikuti rambu-rambu yang ditetapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Seperti tidak boleh ada kekerasan maupun perpeloncoan dalam PLS.

”Materinya juga bebas, bisa disesuaikan dengan kondisi sekolah,” jelas mantan kepala SMAN 4 Malang ini.

Sedangkan di SMAN 9 Malang kemarin juga dilakukan sosialisasi PLS pada wali murid terlebih dahulu sebelum pelaksanaan PLS.

Hal ini kebalikan dari tahun sebelumnya, di mana PLS dahulu, baru dilakukan sosialisasi pada wali murid.

Pewarta : nr4
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Imam Nasrodin

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.