MALANG KOTA – Jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Malang melonjak. Ada peningkatan cukup tajam dibandingkan tahun lalu.

Dari catatan Pengadilan Agama Kota Malang, kasus KDRT yang berujung pada gugat cerai pada semester pertama (Januari–Juni) 2019 ada 48 kasus. Bandingkan dengan tahun 2018 pada periode yang sama, hanya ada 3 kasus saja.

”Istri-istri zaman sekarang mempunyai kesadaran hukum yang tinggi,” terang Hakim Pengadilan Agama Kota Malang Drs Lukman Hakim SH MH kemarin.

Lukman menjelaskan, adanya kesetaraan gender juga mempengaruhi mindset perempuan yang mengalami KDRT.

”Perempuan yang menjadi korban KDRT itu tidak ingin menderita lebih lama dengan tetap mempertahankan pernikahannya,” ucap ayah dari 2 anak itu.

Menurut dia, mereka lebih memilih menggugat cerai daripada tersiksa lebih lama.

Pewarta : nr3
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Abdul Muntholib

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.