KOTA MALANG – Tujuh perampok menyatroni Kantor Dinas Kesehatan Kota Malang, Rabu (7/8) malam di Jalan Simpang Sulfat. Selain menggasak uang tunai, para perampok juga menyekap penjaga yang tengah bertugas malam itu. Celakanya, para perampok juga menggondol pusat server CCTV, sehingga aksi mereka minim bukti.

“Jadi kita sulit untuk mendeteksi bagaimana kejadiannya dan siapa perampoknya,” tutur staf Sekretariat Dinas Kesehatan Kota Malang, Muryanto.

Berdasarkan penuturan petugas keamanan yang bertugas malam itu, kawanan perampok tersebut masuk ke area Dinas Kesehatan dengan menggunakan dua mobil plat merah, berwarna hitam. Melihat plat merah, petugas pun langsung mempersilahkan kedua mobil itu masuk.

“Mereka masuk malam, sekitar jam 11 an. Karena pakai mobil plat merah, jadi satpam mempersilahkan masuk. Dikira kan orang Dinas sendiri,” terang Muryanto.

Muryanto mengatakan, setelah masuk ke area kantor dinas, perampok tidak langsung melakukan aksi rampoknya. Tapi, mereka menyekap satpam dan satu penjaga koperasi Dinas Kesehatan yang pada waktu itu berjaga di sana. “(Perampok) tidak langsung membobol dulu. Mereka menyekap satpam dan penjaga malam di sana. Mereka latban itu mulutnya dan ditaruh di bagasi mobil,” tutur Muryanto.

Setelah menyekap, lanjut Muryanto, perampok mulai beraksi. Mereka masuk lewat pintu samping Dinas Kesehatan. Perampok merusak beberapa pintu untuk mencari barang berharga. Setidaknya, dari penuturan Muryanto ke radarmalang.id, pintu loket, pintu ruang kepala dinas kesehatan dan pintu sekretariat yang dirusak.

“Dibobol semua pintunya. Bahkan di pintu ruang loket, perampok juga merusak tembok yang di dalamnya ada brankas. Tapi untungnya, brankas gagal dibuka,” tuturnya.

Sementara itu, untuk ruang sekertariat yang terhubung dengan ruang kepala dinas, dua pintu dirusak dan terlepas. Di dalam ruang kepala dinas kesehatan, kata Muryanto, server pusat CCTV yang ada di Dinkes juga digondol pergi.

“Mereka memotong kabel (CPU) dan diambil itu CPUnya jadi pergi tanpa jejak,” tutur ia.

Bukan hanya pusat server CCTV saja, perampok juga merusak kamera CCTV yang berada di depan ruang Bidang Pelayanan Kesehatan. “Mereka rusak ini CCTVnya,” tuturnya.

Namun, dalam aksinya di dalam kantor Dinas Kesehatan, kawanan perampok tak berhasil menggondol uang sepersen pun. Uang baru mereka ambil di ruang koperasi yang berada di belakang kantor.

“Uang Rp 35 juta itu nyurinya ya di ruang Koperasi. Di halaman belakang sana,” tuturnya.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.