Ilustrasi @rmoljateng
Ilustrasi @rmoljateng

MALANGTODAY.NET – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia bertambah menjadi 304 orang. Sementara, anggota KPPS yang sakit dilaporkan berjumlah 2.209 orang.

Update data jumlah anggota KPPS wafat sampai saat ini, 304 orang, sakit 2.209 orang. Total 2.513. orang,” ucap Sekretaris Jenderal KPU RI Arif Rahman Hakim, seperti dilansir dari CNNIndonesia, pada Senin (29/4/2019).

Data sebelumnya mengatakan anggota KPPS yang meninggal dunia sebanyak 296 orang dan 2.151 mengalami sakit. Jumlah ini bertambah karena dianggap anggota KPPS, umumnya, kelelahan atau mengalami kecelakaan.

Melihat hal tersebut, Ketua KPU Arief Budiman mengakui bahwa pelaksanaan pemilu serentak tahun 2019 di Indonesia merupakan suatu desain pemilu yang cukup berat.

Dia mengatakan bahwa desain itu berat karena tahapan-tahapan pemilu sudah diatur secara rigid dan harus dilakukan secara tepat waktu. Selain itu, gelaran pemilu secara bersamaan antara pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) juga menambah beban desain tersebut.

Arief tidak menampik bila ketatnya waktu tahapan pemilu inilah yang menjadi penyebab padatnya beban kerja petugas. Sebab itu, banyak petugas KPPS dan pengawas pemilu berguguran pada saat bertugas.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyetujui usulan KPU untuk memberikan santunan kepada anggota KPPS yang meninggal dunia. Santunan tersebut berupa uang sebesar Ro 36 juta per orang. Angka tersebut sesuai dengan yang diajukan oleh KPU. (Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.