Jokowi Minta Pendukung Berani Diajak Berkelahi, Gerindra: Itu Anjuran Kekerasan
Jokowi dan para sekjen parpol pendukungnya di Istana Kepresidenan Bogor. (Agus Suparto/Fotografer Kepresidenan)

MALANGTODAY.NET – Pidato Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dalam rapat umum bersama relawan di Sentul International Convention Center (SICC) pada Sabtu (4/8) menjadi perbincangan banyak pihak. Pasalnya, dalam pidato tersebut Jokowi sempat menyebutkan relawan pendukungnya tak boleh gentar jika nanti diajak berkelahi.

“Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi, kalau diajak berantem juga berani,” kata Jokowi dikutip dari Kompas.com, Minggu, (5/8).

Baca Juga: Hot Mama Indonesia yang Bakal Bikin Kamu Bilang “Ku Tunggu Jandamu!”

Ucapan Jokowi tersebut kemudian disambut sorak-sorai seluruh pendukungnya. Namun tak berselang lama Jokowi kembali menambahkan.

“Tapi jangan ngajak (berantem) loh. Saya bilang tadi, tolong digarisbawahi. Jangan ngajak. Kalau diajak, tidak boleh takut,” kata Jokowi lagi-lagi disambut antusias oleh para relawan.

Menanggapi pernyataan Jokowi tersebut anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menyatakan bahwa ucapan tersebut tidaklah etis. Menurutnya kalimat itu terkesan seolah menganjurkan para pendukung untuk beradu fisik dengan kubu lawan.

“Presiden pakai kata-kata ‘tapi kalau diajak berantem juga berani’, seakan-akan presiden menganjurkan bahwa relawan Pak Jokowi beradu fisik dengan relawan Pak Prabowo. Dengan pernyataan presiden itu kan tidak etis ya. Presiden secara tidak langsung menganjurkan kekerasan dalam Pemilu 2019, ini nggak bener,” kata Andre, mengutip Detik.com, Sabtu (5/8).

Baca Juga: Fokus Dukung Jokowi, Laskar Santri Tak Menuntut Lebih Soal Cawapres

Melihat pidato yang disampaikan Jokowi menjadi polemik politik, partai PDIP yang menaungi Jokowi mengaitkan pernyataan tersebut dengan tradisi di Jawa.

“Ya namanya memberikan semangat, yang penting kan tidak sampai ribut. Memang tradisi konflik dalam kultur Jawa yang dipakai Jokowi, konflik tertinggi itu kan bukan berantem, itu kalau tidak saling berbicara,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Hasto menambahkan bahwa Jokowi dalam pidatonya juga menegaskan jangan sampai ada adu fisik dan menjunjung tinggi demokrasi. Ia juga berharap dalam kampanye tidak terjadi kekerasan dan kerusuhan.

Baca Juga  Ini Alasan Jokowi Serahkan Hadiah Pemberian Rusia ke KPK

Penulis : Kistin Septiyani
Editor : Kistin Septiyani

Loading...