Di Hadapan Purnawirawan, Jokowi Disebut Layak Masuk Kopassus!
Presiden Joko Widodo (jas hitam) saat mengunjungi Kopassus @Kantor Staf Presiden

MALANGTODAY.NET – Masa pemerintahan Joko Widodo yang sudah berjalan selama kurang lebih empat tahun ini menghadirkan kesan tersendiri bagi para purnawirawan mililter yang ada dalam jajaran kabinet. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Jokowi disebut sangat layak untuk masuk Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Hal ini karena ketegasannya dalam memimpin Indonesia.

Dilansir dari CNN Indonesia, Minggu (10/2/2019), pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut mengaku terpesona dengan gaya tegas Jokowi selama memimpin meski tak pernah mengenyam pendidikan militer. ia bahkan bergurau bahwa presiden Indonesia itu seharusnya masuk Kopassus.

Baca Juga  Jokowi Minta Pendukung Berani Diajak Berkelahi, Gerindra: Itu Anjuran Kekerasan

“Saya pernah bilang ke beliau. ‘Bapak salah jurusan, harusnya masuk Kopassus’,” kata Luhut saat memberi sambutan di acara deklarasi dan silaturahmi purnawirawan TNI dan Polri di akarta International Expo, Kemayoran.

Gurauan tersebut sontak memicu gelak tawa purnawirawan yang hadir di acara tersebut. Pengakuan Luhut kepada atasannya itu bukannya tak berdasar. Ia beberapa kali mendapatkan instruksi untuk tidak tunduk terhadap kepentingan negara lain setiap menghadiri forum-forum internasional.

Hal serupa juga dirasakannya saat kondisi ekonomi dunia sedang tidak menentu. Pada saat itu, Indonesia menjadi salah satu negara yang tak terkena dampak serius. Hal ini tak lepas dari kebijakan Jokowi yang berani membuat kebijakan penting, salah satunya dengan mencabut beberapa subsidi dan mengontrol harga pasar.

“Soal inflasi juga. Kenapa terkontrol, karena beliau ngecek harga setiap hari. Beras, telur. Dia cek harga,” tambah Komandan Pertama Detasemen 81 Anti Teroris Kopassus itu.

Baca Juga  Anggap Pidato Prabowo Nyinyir, Bupati Boyolali Ikut Aksi

Dalam kesempatan yang sama, Luhut juga menyampaikan kepada para purnawirawan untuk bebas menentukan pilihannya masing-masing. Meski begitu, ia menyarankan kepada hadirin untuk menentukan pilihan yang tidak berdampak buruk pada generasi mendatang.

“Pilihan anda nanti mau kemana itu hak masing-masing. Tapi kita tidak ingin juga memilih dengan mengedepankan berita bohong. Itu sangat tidak baik dan tidak mendidik generasi mendatang,” tukas Luhut. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.