Jokowi Ingin Pendukung Door to Door, Nyontek Strategi?
Joko Widodo (kiri) saat berkunjung ke Papua @Majalah Weko

MALANGTODAY.NET – Perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang semakin dekat membuat masing-masing pasangan calon (paslon) mulai merancang strategi kampanye baru. Terbaru, calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo meminta pendukungnya meningkatkan militansi. Salah satunya dengan kampanye door to door.

Dilansir dari CNN Indonesia, Minggu (10/3/2019), pernyataan ini disampaikan oleh Jokowi saat meghadiri alumni Deklarasi Alumni Sriwijaya Bersatu di Palembang Sport & Convention Center, Sumatera Selatan, Sabtu (9/3/2019). Menurutnya, kampanye door to door ini penting mengingat Pilpres tinggal 40 hari lagi.

“Saya ingin kita semua, karena 17 April kurang dari 40 hari lagi. Saya titip karena mash ada pekerjaan besar, jadi militansi ini penting sekali. Tolong sampaikan ke teman, tetangga door to door,” tutur Jokowi.

Jokowi juga menambahkan bahwa militansi ini penting bukan hanya untuk menghimpun suara lebih besar, tapi juga untuk menangkis berbagai isu hoax yang berkembang subur jelang Pilpres. Salah satunya adalah beberapa fitnah yang menyebut dirinya akan melarang azan, melegalkan pernikahan sejenis, menghapus pelajaran agama, hingga kriminalisasi ulama jika terpilih nanti.

“Tolong sampaikan pada masyarakat jangan termakan isu-isu seperti itu. Tolong jelaskan, jangan sampai (elektabilitas) anjlok 8 persen gara-gara ini,” jelas mantan Wali Kota Solo itu.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi sedikit menyinggung soal pesimisme yang senantiasa dilontarkan pada kampanye Pilpres. Menurutnya, Indonesia tidak akan maju jika rakyat terus diajak pesimis. “Rakyat perlu dipompa, diberi optimisme,” tukas mantan Gubernur DKI Jakarta itu. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.