Presiden Jokowi Kembali Kunjungi Kota Malang Kamis Besok
Presiden Joko Widodo ketika menyapa dan membagikan KIP di Kota Malang (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET– Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi hari ini, Kamis (20/7) dijadwalkan kembali terbang ke Kota Malang. Kedatangannya kali ini tidak lain untuk turut serta dalam meramaikan kegiatan Rakernas XII APEKSI 2017 yang digelar di kota pendidikan ini.

Info kedatangan Presiden Jokowi ke Kota Malang juga sempat disampaikan Walikota Malang, M. Anton sebelum dilaksanakannya APEKSI. Di mana Anton menyampaikan, Presiden Jokowi yang akan memimpin langsung pembukaan Rakernas APEKSI tersebut.

“Dijadwalkan nanti pak Presiden yang datang, kalau tidak bisa bapak Mendagri,” bebernya belum lama ini.

Perlu diketahui, gelaran APEKSI ini dihadiri oleh seluruh Walikota yang ada di Indonesia. Selain melaksanakan rapat koordinasi, juga dilaksanakan beragam kegiatan budaya seperti pameran dan pawai budaya yang akan telah dilaksanakan pada Rabu (19/7) kemarin.

Sementara hari ini, kegiatan dilanjutkan dengan  penanaman pohon khas daerah di Taman Kota Merjosari pada pukul 07.00 WIB dan dilanjutkan dengan sidang pleno pada pukul 08.00 di Hall Room Hotel Savana. Kemudian pada pukul 15.45 akan dilaksanakan Penutupan Rakernas XII APEKSI di Hotel Savana.

Sedangkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla hari ini dijadwalkan menjalakan kunjungan kerja ke Pasuruan, Jawa Timur. Dalam kunjungan ini, Wapres akan meresmikan mega proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Umbulan yang terletak di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.

Dikutip dari laman detik.com, proyek SPAM Umbulan ini merupakan proyek strategis nasional yang telah tertera dalam Peraturan Presiden No 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Sehingga diharapkan proyek tersebut dapat rampung di pertengahan 2019.

Sedangkan, terkait masalah biaya, SPAM Umbulan menelan biasa sebesar Rp 2,3 triliun dari skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Perlu diketahui sebelumnya, Umbulan merupakan mata air yang telah dimanfaatkan sejak zaman Belanda. Pada masa itu, air Umbulan menyuplai warga Belanda yang tinggal di Kota Pasuruan dan Kota Surabaya. Masing-masing wilayah tersebut terbagi atas 65 liter per detik untuk Kota Pasuruan dan 110 liter per detik untuk Kota Surabaya.

Di zaman penjajahan Jepang, hak atas penguasaan sumber air umbulan tersebut pun menjadi tidak jelas. Hal ini dikarenakan sejumlah arsip-arsip serta dokumen yang mendasarinya pun terabaikan.

Pasca kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tahun 1945, sumber dikelola oleh Pemerintah Daerah Darurat. Selang kemudian beberapa tahun kemudian, dilakukan pengambil alihan mata air ini oleh Pemerintah Kota Pasuruan sekitar tahun 1952 dengan supervisi dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.