Deklarasi Dukungan Trisakti, Jokowi Terdiam Disahuti ‘Penculik’!
Jokowi (berdiri) saat menghadiri Deklarasi Dukungan Alumni Trisakti @CNN

MALANGTODAY.NET – Universitas Trisakti memiliki sejarah tersendiri terkait pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Peristiwa Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 adalah bukti sejarah mencatat keterlibatannya kala itu. Jelang Pemilihan Presiden (PIlpres) 2019, sejumlah alumni Trisakti dan Sahabat Trisakti mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon (paslon) Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

Dilansir dari Detik.com, Sabtu (9/2/2019), deklarasi ini diadakan di Basket Hall Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Ketua Alumni Trisakti Pendukung Jokowi, Muhanto Hatta, menyebut deklarasi yang dilakukan olehnya dan rekan-rekan tak semata deklarasi biasa, melainkan upaya ideologis mempertahankan Pancasila dan Republik Indonesia.

Baca Juga  Amien Rais Semprot Pedas Ekonomi Indonesia: Ada Dajjal!

“Semangat reformasi harus tetap menggelora. Namun pelanggaran HAM telah tertoreh dan belum dituntaskan hingga sekarang. Deklarasi ini juga merupakan suatu momen untuk membuka wawasan mereka yang tidak paham apa yang terjadi pada tanggal 12 Mei 1998 itu,” terang Muhanto.

Pada acara tersebut, diadakan pula pemutaran film dokumenter yang mengisahkan Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 karya Nia Dinata. Seusai pemutaran, para alumni mengucapkan deklarasi dukungan terhadap Jokowi dan memberikannya jaket dan megafon berwarna merah. Melalui megafon itu, ia memberikan orasi.

“Bapak-Ibu dan Saudara-saudara sekalian, saya bukan diktator, saya juga bukan pelanggar HAM dan saya juga bukan…,” kata Jokowi.

Baca Juga  Ratna Sarumpaet Babak Belur, Netizen: Mati Kau Muka Kau Lebam

Sebelum menyelesaikan bagian ini, salah satu hadirin menyahut ‘penculik’. Mantan Wali Kota Solo ini hanya terdiam dan melanjutkan kembali orasinya. “Saya tidak memiliki beban masa lalu. Itu saja dan terima kasih atas pemberian megafon ini kepada saya,” tandasnya.

Deklarasi tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya ada Erick Thohir, Yenny Wahid, Pramono Anung, dan Luhut Binsar Pandjaitan. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.