MALANGTODAY.NET- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang sejumlah pakar dan praktisi hukum ke Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (22/09) sore.

Orang nomor satu di Tanah Air itu mengumpulkan para pakar hukum untuk dimintai masukannya terkait kasus kematian Munir Said Thalib dan kasus pelanggaran HAM berat lainnya.

“Pekerjaan rumah kita juga soal pelanggaran HAM di masa lalu. Termasuk di dalamnya kasus mas Munir yang belum diselesaikan,” kata Presiden.

Suami Iriana Jokowi ini juga meminta masukan mengenai penyelesaian kasus-kasus kejahatan narkoba, serta penataan kembali aturan-aturan hukum yang bertumpang tindih.

Selain itu, mantan Wali Kota Solo ini meminta reformasi hukum dapat memberikan efek jera terhadap praktik korupsi. Presiden ingin ada keseimbangan antara tuntutan dan hukuman yang diterima koruptor.

“Saat ini penegakan hukum kita belum memberikan efek jera terhadap korupsi. Baik sisi hukuman ataupun sisi tuntutan,” katanya.

Dalam pertemuan terbuka tersebut, Jokowi nampak menyoroti banyak penegak hukum yang masih terlibat dalam jual beli barang haram tersebut.

“Yang ketiga mengenai kejahatan narkoba. Ini juga memerlukan sebuah tindakan dan penindakan hukum yang tegas,” ujar Presiden.

Untuk diketahui, Munir Said Thalib adalah seorang aktivis HAM Indonesia keturunan Arab-Indonesia. Ia meninggal di Jakarta di dalam pesawat jurusan ke Amsterdam, 7 September 2004 pada umur 39 tahun. Belakangan diketahui, aktivis asal Malang itu tewas diracun. Namun meski telah meninggal belasan tahun silam, kasus kematian Munir belum juga menemukan titik terang.

Berikan tanggapan Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here