MALANGTODAY.NET – Pemerintah Kota Jakarta Selatan, hari ini, Rabu (28/9/2016) akan  menertibkan 460 bidang lahan di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan. Warga Bukit Duri pun menggelar aksi unjuk rasa menjelang rencana penggusuran kawasan itu.

Sejumlah warga berorasi menolak penggusuran. Aksi mereka dikawal ketat pihak kepolisian. Sejumlah warga membawa spanduk penolakan, di antaranya bertulis “Bukit Duri Tumbal Pembangunan Jakarta”, “Rakyat Bermartabat Pejabat Bermuslihat”, “Aksi Damai Tanpa Kekerasan” dan “Dari Bukit Duri ke Balaikota dan Istana”.

Sandiawan Sumardi, salah satu anggota Komunitas Ciliwung Merdeka, organisasi yang mendampingi sebagian warga Bukit Duri, dalam orasinya menyerukan agar warga tidak takut dengan rencana penggusuran itu. 

“Kami tidak pernah takut. Kami tidak akan berhenti sampai di sini,” kata Sandiawan.

selama ini, Pemprov DKI selalu menggunakan aksi kekerasan dalam melakukan penggusuran. Dilansir kompas, Sandiawan menyebut,  rencana penggusuran itu merupakan bentuk kebrutalan yang dilakukan pemerintah. Ia pun mewakili warga Bukit duri mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah itu.

“Bagaimana mungkin rakyat kecil yang mempunyai sertifikat kepemilikan tanah dikatakan tidak pantas memilikinya hanya karena dianggap miskin. Hargailah perjuangan warga yang sudah tinggal berpuluh-puluh tahun di sini,” kata Sandiawan. (kmp/ind)

 

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda