MALANG KOTA – Tim SMAN 8 melewati babak Fantastic Four Honda DBL East Java Series 2019-South Region dengan mulus. Menghadapi SMAN 1 Pasuruan, tim berjuluk Smarihasta itu menang mudah: 63-48. Smarihasta menjaga tradisi lolos ke babak East Java Championship Series.

Memulai kuarter pertama dengan percaya diri, anak asuh Zaki Basari itu langsung mengambil inisiatif serangan. Dimotori point guard andal mereka, Dewa Made Adji, tim berjuluk Smarihasta tersebut beberapa kali sukses menerobos defend SMAN 1 Pasuruan yang dikomandoi Mochamad Rafly.

Serangan demi serangan yang dilakukan Made Adji dkk pun pada akhirnya berbuah manis. Mereka (baca: SMAN 8 Malang) berhasil menang di interval (kuarter) pertama ini dengan skor 15-13.

Tidak berbeda jauh dengan kuarter satu, para pemain SMAN 8 Malang juga memulai interval kedua dengan penampilan menjanjikan. Sepanjang kuarter, Smarihasta terus mengusai jalannya pertandingan. Dominasi sekolah beralamat di Jalan Veteran ini membuat pertandingan itu terlihat timpang.

Hal ini dibuktikan dengan margin skor di 5 menit pertandingan kuarter kedua antara kedua tim yang sangat jauh. Di mana SMAN 8 Malang unggul 27-15 atas SMAN 1 Pasuruan. Dan akhirnya menutup kuarter kedua ini dengan kemenangan 35-21.

Kondisi tidak jauh berbeda saat masuk di kuarter 3. Anak asuh Zaki itu tetap menjadi tim yang memegang kendali permainan. Beberapa kali serangan SMAN 1 Pasuruan yang disusun Mochamad Rafly, Muhammad Fariq, dan Benderang Bintang sukses untuk diredam.

Lewat pertahanan solid tersebut kuarter ketiga para pemain SMAN 1 Pasuruan gagal menyamakan skor dan membalikkan keadaan. Alhasil, pada akhirnya lagi-lagi harus mengakui kemenangan Smarihasta 52-37.

Masuk kuarter penentuan (baca: 4), Smarihasta tetap menguasai pertandingan. Namun, SMAN 1 Pasuruan perlahan mulai mampu mengimbangi permainan. Para pemain Smarihasta harus ekstrakeras membendung serangan lawan.

Tercatat, kebangkitan Smansa membuat mereka sukses menorehkan 11 poin. Tapi, torehan tersebut tidaklah cukup. Sebab, 11 angka juga dicatatkan Smarihasta hingga laga berkesudahan 63-48-63.

Pelatih Smansa Pasuruan Kevin Adi Pradana menyebut, kekalahan di dua kuarter awal penyebab pemainnya kurang cepat beradaptasi dengan situasi pertandingan. ”Anak-anak untuk kuarter 1 dan 2 telat panas,” ungkapnya.

Lebih jauh, Kevin menjelaskan, kegagalan timnya keluar sebagai pemenang karena kurang baik koordinasi di lini pertahanan. Kendati demikian, dia tetap mengapresiasi penampilan para pemainnya yang menurutnya telah mengerahkan segalanya.

Sedangkan pelatih SMAN 8 Malang Zaky Basari menyebut kunci kemenangan itu karena anak asuhnya mampu menjaga konsistensi permainan. ”Anak-anak hari ini (kemarin) bermain sangat fokus,” ujarnya. Dia menambahkan, hasil ini di luar ekspektasinya.

Pewarta : nr9
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Abdul Muntholib

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.