KOTA MALANG – Pemerintah provinsi Jawa Timur menunjukan reaksi positif saat disodori mode transportasi jenis baru, skytrain. Transportasi sejenis kereta gantung itu ditawarkan investor bidang transportasi Aerobus asal China.

Transportasi masal yang diwacanakan akan melintasi gerbang Kertasusila (Gresik- Bangkalan- Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan), BTS (Bromo-Tengger-Semeru) hingga lingkar wilis itu kini makin dekat menuju kenyataan.

Hal ini apalagi setelah Kabupaten Malang punya Bupati definitifnya. Ya, HM Sanusi yang barusaja dilantik hari ini, Selasa, (17/9) oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menunjukkan reaksi yang sama pula saat ditanya bagaimana pendapatnya terkait wacana Skytrain.

“Program itu (skytrain) sebenarnya sudah lama dan itu masuk dalam Badan Otoritas Pariwisata (BOP) TNBTS. Direncanakan terminal agro itu ada di Jeru (Tumpang), itu jadi stasiunnya skytrain sampai di Jemplang yang ada di Bromo,” tukasnya usai pelantikan di Gedung Grahadi, Surabaya.

Khofifah sendiri mengaku investor dari China yang menawarkan langsung angkutan massal sejenis MRT ini. Bedanya, skytrain ini bakal berbentuk sejenis kereta gantung tapi multifungsi. Bisa mengangkut penumpang, tapi bisa juga dipakai untuk kontainer.

Untuk terminal, disiapkan Sanusi di Jeru, Tumpang seluas 20 Hektar. “Untuk dikoneksikan antara Batu sama Bromo. Dari Malang sudah kita rencanakan untuk menarik wisatawan ke Bromo skytrain, disamping kita masih tetap memberdayakan Jeep Bromo itu,” tutup Sanusi.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: dok JPRM
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.