KOTA MALANG – Teknologi internet saat ini telah menyentuh banyak hal. Termasuk itu pengolahan pupuk.

Komposter berbasis Internet of Things (IOT) menjadi inovasi andalan SMP Negeri 22 Malang di ajang Green School Festival (GSF) 2019.

Komposter berbasis IOT diklaim sebagai teknologi tepat guna untuk pengolahan sampah organik secara sederhana. “Jadi pada dasarnya, teknologi yang kami sebut P22 Bersinergi ini bisa memberikan pelayanan yang bisa diterima secara teknis. Biayanya juga terjangkau,” kata Supriyadi, Kepala Sekolah SMPN 22 Malang saat ditemui radarmalang.id (18/10).

Lewat layar gawai, data-data komposter bisa dilihat. Termasuk itu memantau suhu secara real time. Adapun, aplikasi yang digunakan adalah Blynk.

“Komposter ini kita kembangkan. Ke depan, kami edukasikan ke masyarakat. Ini adalah alat yang berguna bagi pengelolaan sampah organik. Komposter ini sangat efisien, ekonomis, dan mudah dioperasikan,” imbuh Supriyadi.

Komposter berbasis IOT yang dibuat SMPN 22 menggunakan bahan bekas. Mulai dari drum minyak yang dapat diputar sehingga kompos bisa teraduk dengan sempurna dan mempercepat proses pengomposan.

“Komposter ini sudah kita setting tiap 5 jam sekali dia muter untuk proses pengomposan,” lanjut Supriyadi.

Selain menawarkan inovasi teknologi seperti komposis berbasis IOT, SMPN 22 juga telah mempresentasikan inovasi pengolahan sampah organik, di antaranya menggunakan maggot, atau larva belatung dari lalat bernama Black Soldier Fly (BSF) dan alat pencacah sampah daun kering dari meja belajar siswa.

“SMPN 22 inovasinya bagus sekali. Tiga tahun saya jadi juri GSF ini belum pernah menemui produk hasil presentasi seperti komposter, itu paling menyita perhatian saya karena baru kali ini menemukan inovasi komposter berbasis IOT. Kalau secara personal sih ya bisa ya SMPN 22 masuk 3 atau 5 besar,” ujar Akhsan Muzadi, salah satu anggota tim juri 2 GSF.

Pewarta: Elsa Yuni Kartika
Foto: Elsa, Rahadian

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.