MALANGTODAY.NET – Terkait perdagangan jabatan rektor disejumlah perguruan tinggi negeri yang belum lama ini digulirkan Ombudsman, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir membantah adanya praktik itu. Namun ia menyebutkan, ada beberapa pemilihan rektor diperguruan tinggi yang memang tidak sesuai dengan prosedur dan sudah ditindaklunjuti Menristekdikti.

“Kami sudah melakukan pengecekan, dan beberengan dengan itu ada laporan yang masuk dari masyarakat,” katanya.

Menurut Nasir, sejauh ini ada empat perguruan tinggi yang mendapat tindak lanjut. Pertama Universitas Sumatera Utara, yang diketahui melakukan pemilihan rektor tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Sehingga, proses pemilihan pun diwajibkan untuk diulang kembali dari awal sesuai dengan peraturan yang diterbitkan.

“Untuk Universitas ini sudah selesai beberapa waktu lalu pemilihan ulangnya,” tambahnya.

Kemudian Universitas Manado (Unima), lanjutnya, ketika rektor sudah selesai dipilih dan akan dilantik, masuk laporan mengenai pengeluaran ijazah yang tidak sesuai dengan prosedur. Sebagai sanksi, maka yang bersangkutan pun langsung diberhentikan.

Selain itu, kasus serupa juga terjadi di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang diketahui proses pemilihan anggota senatnya tidak sesuai dengan prosedur. Sedangkan kasus ke empat terjadi di Universitas Musamus Merauke (UNMUS). Akibatnya, proses pemilihan pun dikembalikan.

Menanggapi itu, pihak Menristek pun tak segan mengeluarkan sanksi bagi yang bersangkutan. Baik sanksi administrasi maupun sanksi hukum, yang bertujuan membasmi setiap praktik yang dianggap merugikan.

“Kalau terkait administrasi ya proses administrasi, tapi kalau pidana urusannya ya langsung dengan pihak kepolisian,” jelas Nasir. (ind).

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda