Ini Kata Kapolres Malang Tentang Soft Approach Kapolri
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung (Dhimas)

MALANGTODAY.NET – Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Katnavian menjadi salah satu pembicara dalam Panel Discussion di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Senin (30/10). Tito memaparkan konsep terkait penanganan terorisme dan radikalisme dengan strategi soft approach.

Konsep itu adalah strategi soft approach dalam menghadapi ancaman terorisme. Strategi soft approach itu, disebutkan Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung merupakan hal yang baru di dunia.

“Termasuk Indonesia yang mengembangkan, setahu saya baru Indonesia. Indonesia punya BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), Satgas Deradikalisasi, Densus 88, termasuk kita di intelkan juga ada deradikalisasi,” kata AKBP Yade Setiawan Ujung ditemui usai Gelar Pasukan Operasi Zebra Semeru 2017 di Mapolres Malang, Rabu (1/11).

Ujung menambahkan jika sosok Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian dipilih sebagai salah satu pembicara dalam forum internasional karena mempunyai basic pengalaman dalam bidang penggulangan terorisme. Selain itu, latar belakang pendidikan Tito adalah doktor dalam bidang terorisme.

“Termasuk pengalaman akademisnya beliau kan doktor di bidang terorisme, dan juga beliau kan sudah berpengalaman di bidang terorisme sudah sekian tahun. Banyak menangani masalah-masalah besar, mungkin sosok itu yang dilihat, makanya PBB mengundang beliau,” imbuhnya.

Saat ditanya mengenai Tito ditunjuk karena Indonesia selama ini selalu menjadi sasaran terorisme, Ujung menegaskan itu tidak benar. Mengingat masalah terorisme sudah menjadi masalah global.

“Sebenarnya terorisme secara global ada semua, mulai dari Eropa, Amerika, Timur Tengah, regional kita di Filipina, Malaysia juga sama-sama menghadapi itu, jadi itu sudah menjadi isu global, bukan hanya isu Indonesia saja. Jadi jangan menganggap terorisme itu hanya ada di Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, di lingkup Polres Malang sendiri Ujung mengungkapkan jika konsep strategi soft approach yang dimaksud Kapolri telah diterapkan secara baik. Oleh karena itu, di wilayah hukum Polres Malang tercipta suasana yang kondusif.

“Banyak sudah kita lakukan, kita bekerjasama dengan berbagai kampus terkait kontra radikalisme itu, kontra radikalisme ini kan artinya sebelum dia terpapar gerakan radikalisme dengan kita paparan-paparan konsep wawasan kebangsaan, Pancasila, NKRI kemudian dengan Undang-undang terorisme itu sendiri. Termasuk kita gandeng pemuka agama, tokoh agama dan masyarakat,” ungkapnya. (Mas/end)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda