KOTA MALANG – Tuan rumah UIN Malang hari ini (19/7) di MAN 1 Kota Malang harus mengakui kehebatan UIN Bandung dan IAIN Palu dalam cabang olahraga (cabor) Tae Kwon Do PIONIR (Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset) IX. Pada kategori poomsae putra, IAIN Palu unggul dengan skor tertinggi 8.110, dan kategori poomsae putri diraih UIN Bandung dengan skor 7.750.

Sedangkan tuan rumah UIN Malang harus mengubur impiannya meraih medali emas. Namun pada kategori poomsae putra dan putri, UIN Malang seluruhnya berhasil meraih medali perunggu. Atlet tae kwon do UIN Malang, Wise Ahmad Sofia meraih skor 7,520 hanya selisih 0,130 dari peraih medali perak asal UIN Jakarta yang memperoleh skor 7,650.

“Sebenarnya secara keseluruhan untuk penilaian akurasi rata-rata bagus. Tapi untuk presentasi ini kebanyakan kurang speed powernya, di kategori Poomsae putra tadi UIN Jakarta dinilai presentasi sedikit unggul tipis dari UIN Malang,” beber Technical Delegate Tae Kwon Do PIONIR IX, Muhammad Husein.

Sementara untuk kategori poomsae putri, delegasi UIN Malang Arwa Afnani yang memiliki skor 6.940 mencatat jarak yang cukup jauh dari peraih medali perak asal UIN Lampung yang mendapat skor 7.520. Sama halnya dengan poomsae putra, Arwa harus menerima skor lebih rendah karena penilaian presentasi atau speed power.

Perlu diketahui, cabor tae kwon do hari ini diikuti 16 peserta dan 17 peserta putri. Sistem penilaian yang digunakan yakni akurasi dan presentasi. Penanggung Jawab Cabor Tae Kwon Do, Mustopatul Khirudin mengatakan sebelumnya ada seleksi peserta menuju 8 besar.

“Setelah 8 besar barulah ditandingkan lagi tadi. Dipilih 6 juara, yakni juara 1, 2, 3, harapan 1, 2, dan 3. Cabang ini baru pertama kali diadakan di PIONIR IX,” ujar dia.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.