Ratusan Imigran Asal Bangladesh Diamankan di Medan
Ratusan warga negara Bangladesh yang diamankan Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) di Medan (Polrestabes Medan)

MALANGTODAY.NET – Sejumlah 396 warga Bangladesh dari beberapa lokasi di Kota Medan diamankan oleh petugas Imigrasi, pada Selasa (5/2/2019). Mereka merupakan korban penipuan yang ingin menjadi pekerja ilegal di Malaysia.

Kepala kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (Kanin Kelas I Khusus TPI) Medan Fery Monang Sihite menyatakan bahwa ratusan orang Bangladesh ini masuk ke Kota Medan secara resmi. Namun, mereka memiliki tujuan untuk diperjakan secara ilegal di negara tetangga.

Baca Juga  Butuh Wadah Intelejen Efektif Bagi Kota Malang

“Mereka masuk resmi menggunakan visa bebas kunjungan, paspornya kebangsaan Bangladesh, tapi tujuannya akan dipekerjakan ilegal oleh penyalur yang nakal. Kenapa dipilih Medan, karena dekat dengn Malaysia,” kata Fery, dikutip dari Kompas.com, pada Sabtu (9/1/2019).

Ratusan orang datang secara bergelombang sebagai wisatawan di Kota Medan. Mereka kemudian ditempatkan di dalam rumah toko (ruko) yang telah dipersiapkan oleh para penyalur nakal.

Baca Juga  Derita Rohingya, Terperangkap Ranjau Myanmar dan Ditolak Bangladesh
Tidak Disekap dan Dipukuli

Para imigran tersebut semuanya adalah laki-laki dalam usia yang produktif. Mereka ditemukan dalam kondisi sehat dan memiliki paspor. Fery juga membantah ratusan orang ini disekap dan dipukuli.

Saat ini para imigran tersebut diamankan di Belawan yang masih berada di bawah pengawasan pihak imigrasi. Selanjutnya, mereka akan dideportasi dengan pencekalan ke negara asalnya.

“Izin tinggal mereka ada sudah habis serta hampir habis masa berlakunya, mereka minta segera dipulangkan karena sudah cukup menderita di sini. Mungkin langkah yang kami ambil adalah deportasi dengan pencekalan,” tambah Fery.

Kepala Kanin Kelas I Khusus TPI ini menerangan bahwa lama pemulangan para imigran tergantung pada kapasitas penerbangan yang ada. Semua biaya transportasi pemulangan akan ditanggung oleh pihak kedutaan besar Bangladesh. sedangkan untuk konsumsi, seperti makan dan minum akan disediakan oleh pihak imigrasi.

Baca Juga  Lima Warga Rohingya Korban Penembakan Dimakamkan di Bangladesh

Fery menduga pelaku penipuan terhadap ratusan warga negara Bangladesh ini dilakukan oleh oknum yang sama. Namun, hingga kini pihaknya belum berhasil mengungkap dan menangkap pelaku.

“Biasalah, kalau sudah seperti ini, lari sana-lari sini. Kita kedepankan dulu kemanusiaan, tapi ini akan menjadi kajian kami untuk bahan masukan kepada pimpinan. Mungkin pemberian visa ini bisa didiskusikan lagi,” ujarnya. (KIS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.