Pemilik toko klontong di Buring Kota Malang tolak kehadiran Indomaret

KOTA MALANG– Empat Indomaret baru di Kota Malang ini bisa dikatakan tidak hanya mengabaikan moratorium 2017 tentang pelarangan pembangunan toko modern. Namun, perusahaan franchise ini juga mengabaikan nasib para pengusaha toko klontongan di kota Malang ini.

Setidaknya ada tiga pemilik toko klontong di dekat Indomaret, Jl. Mayjend Sungkono yang lesuh terhadap berdirinya Indomaret di tempatnya, yakni Harmani, Lilik, dan Sendik.

Untuk Harmani pemilik tokoh “Bu Har”, ia mengatakan sejak berdirinya Indomaret tepat di seberang jalan usahanya tersebut, ia mengalami penurunan sebanyak 50 persen seharinya. “Saya ini biasanya Rp 500.000 per harinya kini cuma Rp 250.000. Pelanggan saya hilang semua,” katanya.

Selanjutnya, yang membuat ia sakit hati ialah, tetangga samping rumahnya yang merupaka bidan kini lebih memilih belanja di Indomaret daripada di tokonya.

“Padahal dekatan ke sini gak nyebrang saat ini ya sepi begini,” ujar Harmani yang di depan rumahnya memasang banner “Tolak Pembangunan Indomaret”.

Lebih mengenaskan lagi, pemilik toko klontongan “Bu Lilik” milik Lilik. Ia mengatakan dengan melas, kalau toko “Bu Har” yang lebih ramai yang berjarak 10 meter saja omzetnya berkurang apalagi tokonya yang sudah hampir tutup.

“Saya pasti kurang banyak lah. Orang ponakan saya aja yang laris kurang. Ya ini cuma ada-adaan saja,” tutur Lilik yang merupakan tante dari Harmani.

Untuk itu, kini dirinya mengandalkan pekerjaan sampingannya, yakni menjahit, untuk mengisi perutnya dan ketiga cucu yang tinggal bersamanya sehari-haru.”Sekarang ya jahit aja buat makan sehari-hari,” ujarnya.

Selanjutnya, Sendik pemilik toko “Hamdan” mengatakan, kalau pelanggannya dari perumahan Puskopad lebih memilih ke Indomaret dari pada ke Tokonya. Padahal, lanjut Sendik, toko Hamdan berada tepat di gang masuk perumahan itu.

“Indomaret kan harus 50 meteran lagi baru sampai. Tapi saya lihat pas beli galon di Bu Har banyak sekali warga Puskopad yang ke Indomaret itu,” tutur Sendik.

Pewarta:Bob Bimantara Leander
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Bob Bimantara Leander

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.