Perintahkan Impor Jagung Setelah Sebelumnya Bilang Surplus, Pemerintah Ngelawak?
Ilustrasi jagung @Kemendag

MALANGTODAY.NET – Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Perdagangan memutuskan untuk mengimpor komoditi jagung. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito bersikukuh bahwa keputusan impor ini adalah permintaan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Padahal sebelumnya, dikatakan oleh Enggartiasto bahwa Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa stok jagung di Indonesia surplus. Namun, kini dirinya sendiri yang memerintahkan untuk melakukan impor jagung.

Baca Juga: Choir Bohemian Rhapsody Para Penonton Sebelum Konser Green Day Ini Bikin Merinding

“Siapa yang bilang surplus? Menteri Pertanian, siapa yang minta impor? Menteri Pertanian, ya itu,” ujar Enggartiasto Lukito di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, sepeti dilansir dari tribunnews.com, Kamis (8/11/2018).

Selain atas perinta Menteri Pertanian, keputusan impor jagung ini juga merupakan hasil dari rapat korrdinasi terbatas (Rakortas).di Kemenko Perekonomian. Rakortas tersebut membuat pemerintah memutuskan untuk impor 100 ribu ton jagung untuk pakan ternak.

Baca Juga: Visioner, Thailand Segera Jadi Negara Asia Pertama Legalkan Ganja

Hal ini pada akhirnya menjadi polemik sebab sebelumnya Menteri Pertanian telah merilis produksi Jagung Indonesia mencapai 28,48 juta ton. Menurut rilis tersebut, kebutuhan jagung di Indonesia hanyalah sebanyak 15,5 juta ton.

Hal tersebut membuat angka surplus produksi jagung di Indonesia cukup besar di angka 12,98 juta ton. Bahkan Indonesia mampu mengekspor jagung ke Filipina dan Malaysia sebanyak 372.990 ton.


Penulis: Swara Mardika
Editor: Swara Mardika

Loading...