ICW: Dinasti Politik di Daerah Rentan Terdampak Korupsi
Iluustrasi Kepala Daerah Tertangkap KPK

MALANGTODAY.NET – Dinasti politik berpotensi menimbulkan perilaku korupsi. Berdasarkan data yang dihimpun Indonesia Corruption Watch (ICW), sejak 2004, sebanyak 350 kepala daerah tercatat tersangkut masalah korupsi.

“Sebanyak 78 orang di antaranya ditangkap tangan oleh KPK,” kata Adnan dalam diskusi mengenai dinasti politik di Gado-Gado Boplo, sebagaimana dilansir dalam laman AntiKorupsi.

Sementara pada tahun 2013 saja, lanjutnya, Kementerian Dalam Negeri mencatat ada 58 dinasti politik di Indonesia. Paling fenomenal adalah Banten karena suaminya, anaknya, adiknya, dan keluarga-keluarganya masuk ke dalam politik baik legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Terakhir, 30 Desember 2016, KPK kembali berhasil melakukan operasi tangkap tangan pada Bupati Klaten yang baru menjabat sejak 2015. Orang nomor satu di Klaten itu juga telah ditetapkan sebagai penerima suap.

Menurut Adnan, dinasti politik berpotensi besar menimbulkan perilaku korupsi. “Dinasti politik cenderung melahirkan korupsi daripada politisi lain yang berkembang tanpa melibatkan keluarga,” kata dia.

Sementara itu, Koordinator Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah, Robert Endi Jaweng, menambahkan, dinasti politik di daerah tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kemajuan daerah menjadi taruhannya.

“Tidak ada satu pun daerah yang maju dengan dipimpin dinasti politik,” kata Endi. ⁠⁠⁠⁠

Berikan tanggapan Anda

loading...

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here