Prabowo Subianto akan bangun stasiun televisi sendiri @ Nusantara News

MALANGTODAY.NET – Keterlibatan mantan donatur Islamic State Iraq and Syria (ISIS) yang turut memfasilitasi Prabowo Subianto dengan mobil saat kampanye di Canjur berbuntut panjang. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amin menuding bahwa di belakang calon presiden (capres) nomor urut 02 itu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Dilansir dari DetikNews, Kamis (14/3/2019), pernyataan ini diutarakan oleh Dewan Penasehat TKN, Romahurmuziy. Menruutnya, tudingan tersebut bukan tuduhan semata karena fakta dan data sudah membuktikan kesahihan itu. Rommy menjelaskan bahwa pernyataannya itu mengutip dari eks juru bicara gerakan 2019 Ganti Presiden.

“Saat ini kawan-kawan eks HTI berada di belakang Prabowo. Ini bukan tuduhan. Itu adalah pernyataan dari eks jubir Ismail Yustanto yang merupakan bagian 2019 ganti presiden dan merupakan komunitas bagian yang hadir dalam ijtima 212,” terang Rommy saat berada di Blitar, Jawa Timur.

Rommy kemudian menjelaskan bahwa pasca HTI dilarang di Indonesia, anggota yang tersisa berubah menjadi komunitas Raudhatul Islam. Mereka menggunakan bendera ar rayah dan al lliwa yang notabene merupakan bendera dari Nabi Muhammad.

Ketua Umum PPP itu juga menyinggung pengakuan calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno yang membantah dirinya mengenal ulama-ulama HTI. Rommy menyebut bahwa bantahan tersebut tak terlalu berpengaruh karena faktanya sudah ada. “Ya pengakuan itu bisa berbeda dengan kenyataan,” katanya.

HTI menjadi salah satu organisasi yang dilarang ada di Indonesia. Pemerintah Indonesia secara resmi membubarkan mereka pada 19 Juli 2017 karena memiliki ideologi mendirikan negara syariah yang bertentangan dengan Pancasila. Radikalisme yang dibawa dinilai mengancam eksistensi demokrasi di Indonesia. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.