MALANG – Di medio 2018 – 2019 Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang mencatat ada 11 kecelakaan laut yang menewaskan 11 korban jiwa, 4 orang luka-luka dan dua orang dinyatakan hilang di wilayah Pantai Kabupaten Malang. Laka laut ini sendiri menurut Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, Leonard Agus S.Sos banyak disebabkan ketidakpatuhan masyarakat yang sedang berkunjung berwisata ke pantai.

“Intinya mereka sering mengabaikan larangan-larangan, anjuran, nah kalau sudah ada larangan atau rambu ya jangan diterjang saja,” paparnya.

Banyak masyarakat yang alih-alih ingin bermain di pantai, atau bahkan berswafoto dan mendapatkan gambar yang bagus sampai mengabaikan keselamatannya sendiri. Padahal tanda larangan jelas jelas terpampang disana.

“Banyak kejadian seperti itu, kadang sudah diingatkan oleh SAR yang ada di lokasi, tapi banyak masyarakat yang sok sudah bayar ya terserah saya mau ngapain,” ucap Leonard menirukan perkataan kebanyakan pengunjung. Menurutnya kesaradaran pengunjung masih kurang.

Walau begitu, ia tak mau menggeneralisir, masyarakat harusnya sudah mampu sadar dan mematuhi peraturan yang ada wilayah di wilayah pantai setempat. “Karena kenapa, karakter-karakter pantai kita itu adalah karakter pantai yang bergelombang tinggi dan menyedot,” tutupnya.

Tidak bermaksud menakut-nakuti, hanya saja ia tak mau kejadian seperti apa yang terjadi kemarin Senin, (22/7) terjadi lagi. Laka laut yang terjadi di Pantai Watu Lepek dengan korban seorang mahasiswi STIKI Malang berusia 20 tahun bernama Sephia Virgin menambah daftar panjang kecelakaan laut di pantai Malang selatan yang akhirnya memakan korban. Hingga Senin, (23/7) korban belum juga ditemukan.

Menurut Yudhi, salah satu anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Malang jika menengok kasus terbaru, yang patut diwaspadai ketika berenang ataupun berada di area Pantai justru ketika ada ombak yang tenang.

“Ombak yang tenang ini bisa berbahaya, mereka tenang tapi daya tariknya sangat cepat dan berbahaya,” ujarnya. Apalagi ditambah dengan karakteristik perairan dengan palung-palung ada ada di sekitar perairan di wilayah Kabupaten Malang. “Nah ini ketika menarik atau korban tertarik, sudah, sangat susah untuk diselamatkan dan pasti tergulung,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.