Harga Tiket Pesawat Nggak Waras, Pakar Ekonomi Sebut Ada Persekongkolan!
Ilustrasi tiket pesawat @Citizen Daily Net

MALANGTODAY.NET – Ricuh kenaikan harga tiket pesawat yang tidak masuk akal membuat pakar ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri, angkat bicara. Faisal curiga adanya persekongkolan antar maskapai sehingga ia mendesak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk mengusutnya.

Dilansir dari CNN Indonesia, Senin (14/1/2019), kecurigaan Faisal bermula dari tindakan maskapai penerbangan yang secara serentak menaikkan tarif pesawat terbang. Meski demikian, ia menolak untuk disebut menuduh dan memilih untuk menyerahkan semuanya pada KPPU.

“Saya tidak menuduh. Tapi, perlu cek ke KPPU. Apakah ada potensi persekongkolan? Karena kompak begitu, satu naikkan, ya naik semua (tarifnya),” katanya.

Kemudian ia melanjutkan bahwa pasar penerbangan di Indonesia telah memasuki fase oligopoli karena jumlah produsen sedikit sehingga dapat memengaruhi harga. Padahal, oligopoli adalah praktik usaha yang dilarang sebagaimana yang tercantum pada pasal 4 UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Sebagai contoh, Faisal menjelaskan bahwa penerbangan langsung Batam – Jakarta dinilai lebih mahal daripada Singapura – Jakarta. Penyebabnya, tiket pesawat ke Singapura masuk dalam skala internasional sehingga dibuat lebih murah. Sementara rute domestik ke Batam hanya dilayani maskapai tertentu sehingga harganya bisa lebih melonjak.

“Kalau Anda lihat di Indonesia, daerah tertentu sangat mahal sekali tarif penerbangannya karena penerbangan itu-itu saja. Makanya (tourism) di Indonesia terbengkalai,” tambahnya.

Faisal juga menepis alasana maskapai yang menyebut kenaikan avtur sebagai sumber masalah kenaikan harga tiket pesawat. Padahal, harga minyak mentah dunia sudah turun begitupun harga BBM Non Subsidi dari PT Pertamina. Pemerintah pun juga bukan sebagai pihak yang mengatur bisnis penerbangan karena hanya bertugas menentukan standar keselamatan saja.(sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.