NGANTANG – Sebagai tempat yang dianggap sakral, ada banyak cerita di balik keberadaan Gunung Gendero.

Ada sebuah batu besar di puncak gunung yang berada di wilayah Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Batu besar tersebut, dipercaya menjadi pembatas antara Kerajaan Majapahit dengan Kerajaan Singosari.

“Namanya Dumpal Gendero. Di Batu itulah, para pemuda menancapkan benderanya,” kata Sekretaris Desa Jombok Sabar Santoso.

Seperti diketahui, selama ini Gunung Gendero dikenal sebagai tempat pengibaran bendera merah putih raksasa. Pengibaran dilakukan pada momen peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Lebih lanut, Sabar mengatakan, banyak yang memercayai bahwa Gunung Gendero dijaga oleh sosok wanita cantik. Wanita itu punya peliharaan ular besar.

Karena alasan itu lah, sampai saat ini, tak ada yang berani membangun jalan di kawasan itu. Akses untuk menuju puncak Gunung Gendero dibiarkan alami.
Bahkan, ada semacam pantangan untuk tidak mengendarai motor di kawasan itu.

“Dulu pernah ada pendatang, menaiki gunung dengan menggunakan motor bersama murid-muridnya,” jelas Sabar.

Percaya tidak percaya, motor itu tidak mampu sampai ke puncak. Pengendara motor itu pun memutuskan pulang.

Nah, saat pulang itu, dia membonceng wanita cantik yang membawa ular. Tak lama setelah itu, peristiwa aneh dialami salah seorang warga, Suwoto.

“Rumah saya didatangi wanita yang sangat cantik. Dengan santun, dia minta warga untuk tidak mengulangi itu (naik motor menuju puncak),” kata Suwoto.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : Choirul Anwar
Editor : Indra Mufarendra

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.