MALANG KOTA – Konser musik di gedung pertunjukan atau di kafe itu sudah biasa. Tapi bagaimana bila konser itu dilakukan di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kelas 1 Lowokwaru?

Itulah yang terjadi, hari ini (15/10). Total, ada 11 band reggae yang tampil di dalam lapas. Plus satu band dari warga binaan (WB) Lapas Kelas 1 Lowokwaru.

Konser musik ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Brawijaya (UB) bareng Arek Reggae Malang (ARM).

Bertajuk Uprising Special Edition, konser ini ditonton oleh tak kurang 3.000 WB Lapas Kelas 1 Lowokwaru. Para WB terlihat menikmati suguhan yang terbilang jarak mereka temui di lapas itu.

Apalagi, band-band yang tampil membawakan lagu hits karya Iwan Fals sampai Didi Kempot. Tentu dengan aransemen musik reggae.

Tak hanya live music, WB juga disuguhi stan-stan seni. Stan-stan itu menampilkan produk karya komunitas Makaryoman.

Salah satu panitia dari HMJ Sosiologi UB, Sania Rafi Khairunisa mengatakan, pihaknya mengadakan acara musik tersebut untuk menghilangkan stigma jelek terkait WB.

“Buktinya mereka ini bisa berkarya di dalam sini. Pasti ada hal positifnya. Kami ingin membuktikan, walau mereka tidak bebas (terkurung dalam lapas), sebenarnya mereka itu bebas berkreasi,” kata dia.

Hal itu juga diamini oleh Ketua Pelaksana Acara sekaligus perwakilan dari ARM, Rizqi Dwi Shafarianto. “Ya biar juga karya anak-anak di Lapas ini bisa diapresiasi. Buktinya mainnya bagus-bagus tadi,” tuturnya.

Sementara itu, Kalapas Kelas 1 Lowokwaru, Yudi Suseno mengatakan bahwa acara seperti ini memiliki banyak manfaat. “Lewat acara ini, kita bisa lihat sisi positif dari mereka (WB). Mereka berkarya dan hasilnya bagus-bagus juga,” tuturnya.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Editor: Indra M

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.