Gerindra Ngotot Bela Calegnya yang Mantan Koruptor
Caleg dari Partai Gerindra, M. Taufik @Media Indonesia

MALANGTODAY.NET – Jelang Pemilihan Legislatif 2019 (Pileg 2019), Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis nama-nama calon legislatif (caleg) yang merupakan mantan narapidana korupsi. Dari nama-nama tersebut, salah satunya adalah Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M. Taufik, yang merupakan caleg dari Partai Gerindra.

Mengenai hal tersebut, Partai Gerindra yang membawahi Taufik mengaku tidak mempermasalahkan komitmen partai dalam melawan korupsi. Meksi begitu, Ketua DPP Gerindra, Habiburrokhman, menyebutkan bahwa rekannya itu merupakan bentuk nyata dari konsep pemasyarakatan yang ada di Indonesia.

Baca Juga  Ingin Pimpin Negara, BPN Prabowo - Sandi Justru Enggan Indonesia Barokah

“Saya pikir adanya nama beliau tidak mengurangi komitmen kami dalam melawan korupsi. Saya pikir kita harus lihat kasus per kasus. Pak Taufik adalah contoh keberhasilan konsep pemasyarakatan yang kita adopsi dalam UU Nomor 12 Tahun 1995,” katanya dikutip dari Detik.com, Minggu (6/1/2019).

Selain itu, Habiburrokhman juga berkilah bahwa Taufik masuk Gerindra setelah ia menjalani hukuman. Menurutnya, penjara adalah tempat bagi seseorang untuk memperbaiki diri dan hal itu berhasil pada rekannya itu. Bahkan, ia menyebut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu menorehkan banyak prestasi.

Baca Juga  Blunder, Ini Serangan Prabowo ke Jokowi yang Justru Bikin Bunuh Diri!

“Saat ini setelah hampir lima tahun beliau di DPRD tidak pernah melakukan pidana tapi justru menunjukkan prestasi sebagai pimpinan Dewan. Cek saja di Dapil beliau banyak konstituen yang sangat terbantu dengan kerja beliau,” tambahnya.

ICW sendiri dikabarkan telah merilis sekitar 40 nama caleg yang merupakan mantan narapidana korupsi. 40 nama caleg itu berasal dari 11 partai politik di tingkat DPRD provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan DPD.


Penulis: Radea Hafidh
Editor: Radea Hafidh

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.