KEPANJEN – Selain terus menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki, kini Kabupaten Malang juga tengah bersiap untuk bersaing dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2019.

Pada kompetisi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut, Kabupaten Malang harus bersaing dengan 551 daerah. Terdiri dari 34 provinsi, 420 kabupaten, dan 97 kota yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.

Kesempatan emas itu pun tak ingin disia-siakan Pemkab Malang. Sebab, dari awal kabarnya pemerintah pusat menjanjikan ada timbal balik bagi pemda yang berhasil lolos dalam kompetisi IGA 2019.

”Kalau sukses pemerintah daerah bisa mendapatkan dana insentif daerah (DID) tambahan yang bisa kami alokasikan untuk mengembangkan inovasi yang sudah ada,” kata Plt Bupati Malang H.M. Sanusi.

Sampai sekarang, Sanusi menuturkan bila pihaknya sudah memiliki 158 inovasi. Dengan modal tersebut, pria kelahiran 20 Mei 1960 itu optimistis Kabupaten Malang bisa membawa pulang salah satu kriteria penghargaan dalam IGA 2019.

”Posisi kami sekarang sudah masuk 10 besar nasional dan 3 besar di Jawa Timur, ada beberapa inovasi yang sudah kami daftarkan. Tinggal dinilai nanti mana yang bisa menjadi unggulan,” imbuhnya.

Pada posisi tiga besar di tingkat provinsi, Kabupaten Malang bersaing ketat dengan Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi.

Sebagai contoh, beberapa inovasi pemkab yang telah mendapat apresiasi dari pemerintah pusat seperti Contraceptive For Women at Risk (Contra War) milik dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana (DPPKB) dan jemput bola pelayanan administrasi kependudukan (Jebol Anduk) dari dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil).

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang itu mengaku bila pihaknya tak akan segan untuk menggerojok anggaran bagi organisasi perangkat daerah (OPD) yang bisa memberikan pelayanan efektif dan efisien pada masyarakat.

”Kalau memang (inovasinya) berdampak signifikan untuk peningkatan pelayanan publik, berapa pun anggarannya akan kami sediakan,” tegas Sanusi. 

Pewarta : Farik Fajarwati, Adv
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.