MALANG KOTA – Pemkot Malang masih mengusung sejumlah megaproyek lama menjadi program prioritas di tahun 2020. Meski sudah beberapa kali gagal lelang, namun proyek tersebut kembali dimatangkan tahun ini agar bisa digeber di awal tahun.

Sederet proyek lama yang masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di antaranya proyek tahun 2014, yaitu Islamic Center (IC) dengan anggaran sebesar Rp 45 miliar. Selain itu, ada proyek Jembatan Kedungkandang  senilai Rp 70 miliar dan Malang Creative Center (MCC) dengan anggaran sebesar Rp 185 miliar.

Sekretaris Kota Malang Wasto menyatakan semua megaproyek tersebut sudah dianggarkan. Untuk semua persiapan dikatakannya dimatangkan akhir tahun 2019 ini. ”Semuanya sudah dianggarkan,” kata dia saat ditemui di Balai Kota Malang kemarin.

Wasto mengakui, megaproyek Islamic Center (IC) sudah lama menjadi sorotan dan kritikan. Hal itu seiring dengan beberapa kali lelang proyek yang gagal. Sehingga menimbulkan banyak persepsi masyarakat. ”Kok gagal lelang, gagal lelang. Dari dulu sudah diminta untuk bisa dibangun. Belum segara dibangun,” ujarnya menirukan kritikan yang muncul.

Sebelumnya, pembangunan IC yang mengalami gagal lelang beberapa kali diklaim bagian dari menaati hukum. Dan hal itu sudah lumrah dan bukan kendala untuk kembali direncanakan. ”Gagal lelang itu juga kan bagian dari salah satu ketaatan hukum. Karena memang faktanya begitu,” ungkapnya.

Oleh karena itu, di tahun 2020 ini Wasto menyatakan Pemkot Malang optimistis pembangunan bisa dilakukan. Baik untuk proyek baru maupun yang lama. ”Jembatan Kedungkandang misalnya. Selama ini masih proses kajian kaitan masalah hukum. Semuanya teranggarkan kok,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Malang Hadi Santoso menegaskan, semua proyek tersebut masuk program prioritas tahun 2020. Dia menyatakan bahwa proyek itu sudah atas perintah Wali Kota Malang Sutiaji. ”Perintahnya Pak Wali begitu. Sudah masuk program prioritas dan kami siap laksanakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ketika ditanya terkait proyek IC yang mengalami gagal lelang, Sony menyampaikan bahwa itu urusannya pada kontraktor. Meski banyak yang masuk, namun gagal saat dilelang karena kontraktor tak bisa memenuhi syarat. ”(Lebih jelas) informasinya di ULP. Dokumen lelang kami umum kok,” tuturnya.

Dia menambahkan, gagal lelang proyek itu dijelaskannya bahwa sudah ada kontraktor yang masuk. Namun, karena dokumennya tidak lengkap, sehingga menyebabkan lelang proyek gugur. ”Jadi, bukan kami yang menggagalkan lelang ya. Bukan,” tegasnya.

Sementara, untuk proses pembangunan Jembatan Kedungkandang disebutkannya masih review. Artinya melihat kembali fondasi bangunannya. Apakah fondasi yang lama bisa dipakai kembali atau tidak. ”Review-nya di PAK ini,” tutupnya.

Pewarta : M.Badar Risqullah
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.