ZETIZENID – Setelah Netflix membuat seri TV dengan konsep reality show bertajuk ‘Tidying Up with Marie Kondo’ yang tayang perdana pada 1 Januari 2019 lalu, gaya hidup minimalis semakin dikenal dan diadopsi oleh banyak orang di seluruh penjuru dunia.

Minimalist lifestyle, seperti dijelaskan oleh lifestyle blogger asal Yogyakarta Talitha Jacinda, merupakan gaya hidup sederhana dan ‘terfokus’ dimana seseorang hanya memiliki sedikit barang. Lewat Metode KonMari temuan Marie Kondo, penonton diajak untuk memilah barang-barang apa saja yang dapat memicu kegembiraan dan membuang sisanya. Tak hanya itu, berikut zetizen.id rangkum manfaat yang bisa didapuk dari penerapan gaya hidup minimalis!

Hidup Lebih ‘Rapi’

Hidup minimalis bikin kita gak perlu mengeluarkan usaha lebih untuk merawat barang dan banyak waktu untuk merapikan ruangan. Alhasil, kita jadi nggak malas untuk merapikan barang. Dimulai dari ruang kamar yang terbiasa tertata rapi dan kondisi rumah yang lebih bersih, bikin aspek kehidupan kita lainnya juga jadi lebih tertata dan terorganisir.

Jadi Lebih Hemat

Sebagai lawan dari gaya hidup konsumtif, minimalisme merupakan solusi bagi siapapun yang ingin hidup hemat. “Consumerism is so yesterday!” seru Jacinda pada Zetizen. Dalam ajaran gaya hidup minimalisme, membeli barang baru adalah pilihan terakhir. Oleh karena itu, apabila menerapkan gaya hidup ini, seseorang dapat mengeluarkan lebih sedikit uang dalam kehidupan sehari-hari.

Bijak ‘Menghabiskan’ Waktu

Pernah gak sih mikirin berapa banyak waktu yang kamu buang hanya untuk memilih outfit? Kalau jawabannya lebih dari 15 menit, bahkan hingga berjam-jam, itulah yang bakal terjadi ketika kamu memiliki banyak pilihan. Minimalisme akan membantumu untuk meninvestasikan waktumu dengan leebih bijak! Dengan memiliki sedikit fokus, baik barang maupun kegiatan, kamu gak akan mudah teralihkan dengan hal-hal gak penting. Welcome to saving energy mode!

Hidup Lebih Tenang

Dalam bukunya, ‘Goodbye, Things’, Fumio Sasaki mengungkapkan bahwa kita menggunakan benda-benda sebagai alat untuk menunjukkan ke orang lain siapa diri kita.Terlebih, keinginan untuk mengikuti tren juga bikin kita terus menerus memiliki barang baru. Dengan mempraktikkan minimalisme, kita akan terbebas dari pikiran-pikiran toxic dan terhindar dari perasaan gelisah atau insecure.

Hidup Lebih Bahagia

”Perhatianku masih terfokus pada sesuatu yang tidak aku miliki. Aku menjadi iri dengan orang lain,” ujar Sasaki dalam bukunya. Lewat tuturan ceritanya, minimalisme dapat menggiring kita pada kehidupan yang bahagia. Selain itu, menjadi seorang minimalis dapat membuat kita lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki dan bikin kita jadi lebih bahagia.

Penulis: Ananda Triana
Penyunting : Via
Foto: Istimewa

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.