Dirut Garuda Indonesia Akui Tanggung Kerugian Triliunan Rupiah
Sejumlah pesawat milik maskapai Garuda Indonesia terparkir di areal Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (19/6)

MALANGTODAY.NET – Prabowo Subianto kembali membuat pernyataan kontroversional. Calon Presiden nomor urut 02 ini menyatakan bahwa banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengalami kebangkrutan. Salah satunya adalah maskapai milik negara, Garuda Indonesia.

Namun pernyataan itu disanggah oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara. Meski mengakui tengah mengalami tantangan usaha yang sangat berat, Ari mengaku perusahaannya masih terus beroperasi dengan normal hingga kini.

“Garuda Indonesia kalau bangkrut mungkin saya sudah tidak di sini (perusahaan). Kalau dibilang challenging, yes,” ujar Ari, dikutip dari Kompas.com, pada Rabu (16/1/2019).

Ari mengakui pihaknya kini memang masih mengalami kerugian. Namun kerugian yang ditanggung menurut Ari tak sampai membuat Badan Usaha Milik Negara ini mengalami kebangkrutan.

“Kami listed company, setiap 3 bulan bisa dilihat laporan keuangannya. Dari 2016 kita rugi Rp 3,6 triliun, per September kemarin rugi sekitar Rp 2 triliunan,” kata Ari.

Lebih lanjut Ari menyatakan bahwa masyrakat secara langsung dapat memantau kondisi keuangan maskapai berplat merah ini di pasar modal. BUMN ini memiliki kewajiban untuk membagikan informasi kinerja keuangan mereka kepada publik.

“Garuda Indonesia terbuka, enggak ada yang ditutup-tutupi. Struktur costnya juga kami sampaikan setiap paparan publik,” ucap dia.

Sebelumnya, Prabowo dikuetahui melontarkan kritik terhadap pemerintahan Jokowi yang dinilai membiarkan sejumlah BUMN mengalami kebangkrutan.

“Negara yang membiarkan BUMN kita, Pertamina, Garuda, pembawa bendera Indonesia yang hadir dalam kemerdekaan, sekarang dalam keadaan kalau bisa dibilang ya bangkrut,” kata Prabowo dalam pidatonya Selasa (14/1/2019) lalu. (KIS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.