Perwakilan SPAT Repoeblik Telo dan NAM CSSTC@Endra/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET– Dalam rangka mengarap program internasional bersama, Direktorat Kerja Sama Teknik, Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Pertanian dan Non-Alligned Movement Center for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC) dan Terminal Agribisnis Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu (SPAT) Repoeblik Telo melakukan penandatangan memorandum of understanding (MoU) , Kamis (01/07/2019).

Penandatangan MoU ini berkaitan dengan program bertajuk ‘Training on Processing Technology of Sweet Potatoes for Tanzania’. Program ini akan diadakan bulan Oktober di Provinsi Mbeya, Tanzania.

Kegiatan yang recanannya digelar selama empat hari itu akan mengirim dua tenaga ahli dari Repoeblik Telo untuk membagi pengalamannya kepada masyarakat Tanzania perihal bagaimana pengolahan hasil pertanian secara maksimal.

Direktur NAM CSSTC, Ronny Prasetyo Yuliantoro (paling kiri), Abinanto Dewabrata perwakilan Repoeblik Telo (tengah), dan Mantan Dubes RI untuk Rumania, Diar Nurbintoro (kanan)@Endra/MalangTODAY.net

“Pada hari ini merupakan hari bersejarah dengan NAM CSSTC dan Repoeblik Telo hari ini ada komitmen yang dituangkan dalam suatu MoU untuk pelatihan pengolahan produk makanan, terutama hasil pertanian,” ujar Direktur NAM CSSTC, Ronny Prasetyo Yuliantoro dalam sambutannya.

Ronny melanjutkan, asalannya pemilihan negara Tanzania lantaran salah satu negara yang terletak di Benua Afrika ini masuk daftar negara yang belum berkembang. Ini juga merupakan tujuan dari NAM CSSTC dan salah satu dari 17 Sustainable Development Goals yang dicanangkan oleh PBB, yakni menuntaskan masalah kemiskinan.

Tujuan program
Direktur NAM CSSTC, Ronny Prasetyo Yuliantoro dan Abinanto Dewabrata perwakilan Repoeblik Telo saat mendatangani MoU@Endra/MalangTODAY

“Sesuai tujuan dari NAM CSSTC untuk memberikan pelatihan kepada negara-negara yang masih belum berkembang. Kami melihat wilayah yang masuk daftar ini adalah negara-negara di Benua Afrika. Kami melihat produk pertanian harus dimaksimalkan untuk menuntaskan kemiskinan. Bagaimana semua orang bisa mendapatkan bahan makanan dengan harga terjangkau,” terangnya.

“Kami melihat di Tanzania memiliki banyak kemiripan dengan Indonesai, produknya sama ada singkong, ada jagung, ada macem-macem. Kalau dari segi pengolahan belum semaju kita dan belum memiliki nilai tambah,” lanjutnya.

Direktur NAM CSSTC, Ronny Prasetyo Yuliantoro dan Abinanto Dewabrata perwakilan Repoeblik Telo saat mendatangani MoU@Endra/MalangTODAY

Perwakilan Repoeblik Telo, Abinanto Dewabrata menyambut baik adanya program kerja sama internasional ini. Menurutnya, tujuan dari program ini sejalan dengan visi, misi, serta tujuan didirikannya Repoeblik Telo.

Selain itu, juga meneruskan perjuangan dari ayahandanya, Ir. Unggul Abinowo, MS, MBA untuk membuat perusahaan yang didirikan pada tahun 1999 semakin bermanfaat untuk masyarakat luas.

“Saya senang sekali dengan adanya kerja sama ini. Karena sesuai dengan keinginan mendiang ayah yang terus menjaga spirit dari Repoeblik Telo,” terang pria yang akarab disapa Abi ini (End)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.