KOTA MALANG – Telur puyuh merupakan salah satu sumber protein yang murah dan mudah ditemukan di Indonesia dan sering dihidangkan dalam berbagai jenis masakan, seperti dalam sup. Dengan ukuran yang lebih kecil kandungan protein pada telur puyuh tidak kalah dibanding dengan telur ayam. Ukuran yang lebih kecil juga memungkinkan mengonsumsinya dalam jumlah lebih banyak dalam sekali makan.

Telur puyuh tanpa ekstrak teh

Namun yang menjadi masalah yaitu banyak orang enggan mengonsumsi telur puyuh karena tingginya kandungan kolesterol, terutama pada bagian kuningnya. Perbandingan kandungan kuning telur yang lebih banyak dibandingkan putih telur dalam telur puyuh mungkin memengaruhi jumlah lemak jenuh yang ada pada telur puyuh. Lemak jenuh ini kemudian dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Kolesterol dapat memicu berbagai penyakit diantaranya stroke dan serangan jantung.

Selama ini upaya untuk menurunkan kolesterol kuning telur puyuh dilakukan hanya pada pakan yang diberikan pada burung puyuh.Oleh karena itu, tiga mahasiswa Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya yakni Dhimas Yudistira, Vahlevi Permatasari, dan Septiani Arinina dibawah bimbingan Dr. Tutik Setianingsih, M.Si memiliki inovasi untuk meningkatkan antioksidan dalam kuning telur puyuh menggunakan ekstrak tanaman.

Ekstrak tanaman yang digunakan yaitu daun teh hijau yang sudah diambil ekstraknya. Ekstrak tersebut mengandung senyawa antioksidan aktif yaitu katekin, senyawa katekin ini dapat masuk ke dalam telur puyuh dan dapat merubah warna kuning telur puyuh menjadi hijau.

Telur puyuh dengan ekstrak teh

Hasil uji aktivitas antioksidan untuk telur puyuh yang sudah diberi ekstrak daun teh dan telur puyuh standar yaitu 55,637 persen dan 45,951 persen. Penggunaan ekstrak daun teh pada telur puyuh dapat meningkatkan aktivitas antioksidan sampai 10 persen lebih banyak jika dibanding dengan telur puyuh standar. Antioksidan melalui mekanismenya dapat menghambat dan mencegah proses oksidasi kolesterol jahat (LDL) sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol.

Inovasi ini juga sudah mendapat penghargaan Silver Medal dan Best Poster dalam kategori Biotech and Biofuel di acara Young Scientist International Seminar and Expo 2019 (YSIS 2019). Inovasi ini bisa menjadi solusi tepat untuk meningkatkan kualitas telur puyuh sekaligus untuk memenuhi kebutuhan protein di Indonesia. Selain itu, juga dapat dihasilkan produk telur puyuh yang lebih menyehatkan dan memiliki keunikan pada warna kuning telurnya.

Penyunting: Fia
Foto: istimewa

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.