Enggan Akui Salah Sebar Kabar Hoax, Kubu Jokowi: Menyakitkan
Meutya Hafid @Breaking News

MALANGTODAY.NET – Kisruh antara elite politik soal kebohongan Ratna Sarumpaet masih berlanjut. Sebelumnya, Ratna mendapatkan banyak simpati dan pembelaan dari berbagai pihak. Bahkan, beberapa elit politik yang tergabung dalam kubu Prabowo Subianto membela habis-habisan Ratna dari berbagai isu miring yang ditimpakan padanya waktu itu.

Namun setelah mengaku, para elit politik seperti Fadli Zon, Rachel Maryam, hingga Prabowo Subianto ramai-ramai menyampaikan permohonan maaf dan mengecam apa yang telah dilakukan oleh Ratna. Meski demikian, mereka menolak dinyatakan sebagai pihak yang bersalah karena menyebarkan kabar hoax itu tadi.

Baca Juga: Tak Hanya Uang, Pemprov Jatim Kirim Dokter Ortopedi ke Sulteng

“Saya tidak merasa berbuat salah, tapi saya akui saya grusah-grusuh (terburu-buru). Tim saya ini baru, baru belajar. Tapi tidak ada alasan kalau kita salah,” ujar Prabowo sebagaimana dilansir dari Kompas, Rabu (3/10/2018) lalu.

Hal tersebut turut diamini oleh Ketua Tim Pemenangan Nasional Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia dengan tegas menyatakan bahwa kubunya tidak bisa dinyatakan bersalah karena dalam posisi sebagai penyebar kabar bohong. “Jadi kami adalah korban kebohongan,” tukas Dahnil.

Baca Juga: Disebut Ikut Sebar Hoaks, Fadli Zon Ngeyel dan Balik Tuding Presiden Jokowi

Tanggapan Kubu Jokowi: Menyakitkan

Hal ini mendapatkan tanggapan dari Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Joko Widodo – Ma’ruf Amin, Meutya Hafid. Ia amat menyayangkan banyak elit politik yang belum memahami dengan benar Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ironisnya, sebagian dari mereka yang tidak paham itu merupakan anggota DPR.

“Menyakitkan bagi kami yang turut membahas UU ini bahwa banyak politisi bahkan ada pimpinan DPR yang tidak memahami UU ITE,” beber Meutya pada Kamis (4/10/2018).

Baca Juga: Rupiah Melemah, Netizen Jadikan Jokowi #BapakHoaxNasional

Padahal, dalam peraturan itu disebutkan secara jelas bahwa penyebar berita hoax harus bertanggung jawab secara hukum. Itu berarti nama-nama seperti Fadli Zon, Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Rachel Maryam, dan lain-lain telah melanggar hukum jika mengacu pada undang-undang itu.

Baca Juga  Prabowo Sebut Tahun 2025 Air Laut Sampai Bundaran HI, Ini Jawaban Bijak Anies

Adapun Ratna Sarumpaet sendiri tidak dijerat dengan UU ITE karena tidak menyebarkan berita tersebut secara eletronik. Meski demikian, ia disebut menuai banyak kecaman karena kebohongannya itu, termasuk rekan yang satu haluan dengannya.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...