MALANGTODAY.NET –  Mantan anggota tim pencari fakta (TPF) pembunuhan Munir Said Thalib, Hendardi mengungkap bahwa presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak berperan besar dalam pengungkapan kasus kematian aktivis HAM itu.

“Bahwa Partai Demokrat membanggakan SBY dalam kasus Munir cukup banyak mengadili para pelaku, itu enggak benar,” ujar Hendardi di Kantor Setara Institute, Jakarta, Minggu (23/10).

Sebelumnya,  juru bicara DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik, dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/10), menyampaikan bahwa SBY memiliki peran besar dalam pengungkapan kasus kematian aktivis HAM asal Malang tersebut. SBY memiliki peran besar dalam pembentukan TPF Munir. Selain itu, SBY juga berjasa dalam menyeret pelaku pembunuhan ke meja hijau.

“Nama-nama yang direkomendasikan TPF untuk diperiksa, sudah sebagian besar diadili dan dipidana,” ucap Rachland.

Rachland juga menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo tidak bijaksana jika mengutus Jaksa Agung mencari keberadaan dokumen laporan TPF kasus Munir kepada SBY.

“Menugaskan Jaksa Agung akan mengirim pesan keliru yang merugikan nama baik orang lain,” ucap Rachland.

Dilansir dari kompas, Hendardi menuturkan bahwa pernyataan tersebut bertentangan dengan fakta yang terjadi di lapangan. Pasalnya, hanya ada satu orang yang dipidanakan dalam kasus Munir, yakni pilot pesawat yang ditumpangi Munir, Pollycarpus Budihari Priyanto. Padahal tim TPF pada saat itu telah merekomendasikan pengusutan terhadap empat level aktor, yakni aktor lapangan, aktor pemberi fasilitas, aktor perencana, dan aktor pengambil keputusan.

“Kan baru Pollycarpus yang dihukum sebagai aktor lapangan. Justru saat itu laporan TPF enggak diungkap ke publik,” ucap Hendardi. (kmp/ind)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda