BATU – Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) untuk kali pertama mengedukasi petani di Kota Batu. Pelatihan dilangsungkan di Batu Paradise Resort & Hotel pada Selasa (16/7). Sebelumnya,  pelatihan serupa telah dilakukan di berbagai kota. Yakni Bojonegoro, Tuban, Jember, dan Madiun.

Dalam pelatihan tersebut, Alishter turut menggandeng Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Provinsi Jawa Timur serta Dinas Pertanian Kota Batu.

Tak kurang dari 100 petani Kota Batu dan sekitarnya hadir mengikuti pelatihan tentang penggunaan herbisida terbatas tersebut. Bergabung pula perwakilan pemilik kios pertanian dan perusahaan produsen pupuk jenis Herbisida Parakuat Diklorida.

”Kegiatan ini diharapkan bisa memberi wawasan kepada para petani dan masyarakat agar dapat diterapkan saat melakukan kegiatan pertanian,” terang Syahrizal, perwakilan Alishter Jakarta.

Acara tersebut juga dihadiri Lilik Ambarwati, perwakilan dari UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura KP3 Provinsi Jawa Timur. Dia menyampaikan, pelatihan ini diharapkan membawa dampak terhadap perlindungan kualitas pangan bagi masyarakat.

Sementara itu, selain pelatihan, Alisther juga memberikan fasilitas praktik langsung kepada para peserta. ”Kami memberikan praktik menghitung dosis penggunaan pupuk (kalibrasi) yang benar serta cara aplikasi yang tepat,” jelas Ali Mashari, perwakilan Alishter Jawa Timur.

Untuk diketahui, Alishter merupakan aliansi dari perkumpulan 51 perusahaan produsen Herbisida Parakuat Diklorida di Indonesia.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai keamanan aplikator dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

Pewarta : Meg
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Nenny Fitrin

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.